Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jumlah Pasien Tembus 57 Orang, RSD Soemarno Rencanakan Penambahan Mesin Cuci Darah

Fijai RT • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:14 WIB

PASIEN HEMODIALISIS: Pasien menjalani cuci darah di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.
PASIEN HEMODIALISIS: Pasien menjalani cuci darah di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.
TANJUNG SELOR – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor berencana menambah jumlah alat hemodialisis (HD) atau cuci darah menyusul meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal di Bulungan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Pengembangan RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Heriyadi Suranta menyatakan bahwa penambahan alat HD saat ini sedang dalam tahap pembahasan internal RSD.
“Insya Allah ada penambahan alat hemodialisis,” kaya Heriyadi kepada Radar Kaltara, Kamis (15/1).

Ia menjelaskan, secara fisik ruangan untuk layanan HD sudah siap digunakan dan memenuhi standar pelayanan kesehatan. Namun, jumlah alat yang akan ditambah masih disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang tersedia.
“Ruangannya sudah jadi, tinggal penambahan alat, tetapi jumlahnya masih kami bicarakan karena menyesuaikan kapasitas ruangan,” ungkapnya.

Saat ini, kata Heriyadi, RSD telah mengoperasikan tujuh unit alat hemodialisis yang seluruhnya sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
“Sekarang sudah ada tujuh alat HD yang beroperasi dan semuanya sudah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Menurutnya, kebijakan penambahan alat HD tersebut didorong oleh meningkatnya jumlah pasien yang membutuhkan layanan cuci darah secara rutin di Bulungan.
“Alasan utama penambahan ini memang karena jumlah pasien terus meningkat,” ungkapnya.

Karena itu, Bupati Bulungan memberikan perhatian serius terhadap layanan kesehatan rujukan agar masyarakat tidak perlu dirujuk ke luar daerah untuk menjalani cuci darah.
“Bapak Bupati sangat concern (perhatian) agar pasien bisa ditangani di Bulungan saja,” ujarnya.

Berdasarkan data, hingga saat ini tercatat 57 pasien aktif menjalani terapi HD secara rutin di RSD. Dengan rencana penambahan alat tersebut, manajemen rumah sakit berharap kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien gagal ginjal kronis di Bulungan, dapat terus ditingkatkan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
"Penambahan alat HD menjadi kebutuhan mendesak agar layanan pasien gagal ginjal kronis di Bulungan tidak antre panjang dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat," pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim