Khususnya yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja lokal. Salah satu cara atau langkah yang ditempuh adalah melaksanakan job fair seperti yang digelar di akhir tahun 2025 lalu.
Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara, Asnawi mengatakan, Job Fair Kaltara yang dilakukan tahun lalu tak hanya sekedar kegiatan seremoni, tapi sebagai sarana untuk penyerapan tenaga kerja lokal.
Sebanyak 787 lowongan kerja yang dibuka oleh 28 perusahaan yang beroperasi di Kaltara pada Job Fair yang digelar selama dua hari, pada 20-21 November 2025 itu.
"Kami pastikan ini bukan agenda formalitas. Proses rekrutmen dipantau langsung mulai dari pendaftaran hingga verifikasi AK1," ujar Asnawi.
Disnakertrans Kaltara mencatat, pada gelaran Job Fair 2025 lalu antusias pelamar cukup tinggi. Bahkan, ada yang datang langsung menanyakan ke pihak perusahaan yang membuka stand di Job Fair yang berlangsung di Tanjung Selor itu.
"Pencari kerja lokal Kaltara yang tercatat datang ke job fair itu sebanyak 352 orang," katanya.
Berdasarkan data yang dihimpun Disnakertrans Kaltara, sebanyak 352 pencari kerja yang datang langsung ke lokasi Job Fair Kaltara 2025 untuk mendaftar sebagai calon pekerja.
Selain itu, ada juga yang mendaftar secara online kepada perusahaan yang ikut membuka peluang kerja. Namun, jumlahnya belum memenuhi total lowongan kerja yang dibuka.
Ini menunjukkan potensi penyerapan tenaga kerja lokal di provinsi ke-34 Indonesia ini cukup besar. Bahkan sejumlah perusahaan membutuhkan sangat banyak pekerja lokal.
"Kami menyampaikan apresiasi ke perusahaan-perusahaan yang membuka peluang kerja di Kaltara," tuturnya.
Untuk itu, ke depannya Pemprov Kaltara melalui Disnakertrans Kaltara akan terus menggelar Job Fair dengan melibatkan lebih banyak perusahaan.
"Ini kita lakukan karena kita tidak mau masyarakat lokal Kaltara nantinya hanya jadi penonton di daerah sendiri. Mereka harus terlibat sebagai pekerja yang ikut menggerakkan ekonomi daerah," tegasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim