Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Long Peso

Fijai RT • Rabu, 14 Januari 2026 | 19:21 WIB

 

TERBAKAR: Rumah warga di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Bulungan dilalap si jago merah.
TERBAKAR: Rumah warga di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Bulungan dilalap si jago merah.
TANJUNG SELOR – Kebakaran melanda kawasan permukiman warga di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Bulungan, Rabu (14/1) sore. Kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik.

Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui P.S. Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Benar, telah terjadi kebakaran rumah pemukiman warga di Desa Long Peso sekitar pukul 17.00 Wita,” kata Hadi kepada Radar Kaltara, Rabu (14/1).

Ia menjelaskan, rumah yang terbakar masing-masing milik Jalung Usat, Anton Elias serta satu rumah tidak berpenghuni yang merupakan rumah dinas bidan, termasuk bangunan Lamin Adat Peso.
“Rumah yang terbakar dihuni oleh beberapa kepala keluarga, sementara satu rumah dinas dalam kondisi kosong sejak lama,” jelasnya.

Selain itu, kebakaran juga berdampak pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian. “Tiga rumah lain terdampak, yakni milik Novelianus, Pius, Agustin Utam, dan Desi Lilin,” ungkapnya.

Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui saat salah satu warga pulang dari kebun sekitar pukul 17.10 Wita.
"Saksi melihat rumah kosong di samping rumahnya sudah terbakar,” katanya.

Dalam kondisi panik, saksi bersama keluarga langsung menyelamatkan diri dan meminta bantuan warga sekitar.
“Saksi mengamankan barang berharga dan memanggil masyarakat untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Saksi lainnya, Jalung Usat mengaku merasakan hawa panas dan asap masuk ke rumah, lalu melihat rumah di sebelahnya telah terbakar. Api dengan cepat menjalar karena mayoritas bangunan rumah terbuat dari kayu.
“Karena api sudah menyambar bagian atas rumah, korban tidak sempat menyelamatkan barang berharga,” katanya.

Upaya pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat.
Api berhasil dipadamkan menggunakan peralatan seadanya.
“Api berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan air profil dan air selokan di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. “Dugaan sementara kebakaran disebabkan konsleting listrik dari rumah tidak berpenghuni yang telah bertahun-tahun kosong, dengan kondisi bangunan berbahan kayu,” jelasnya.

Meski kerugian material mencapai Rp 700 juta, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. “Tidak terdapat korban jiwa pada kejadian kebakaran ini,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim