Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara pun menyusun strategi untuk bisa mengoptimalkan pendapatan daerah, mulai dari sisi pajak hingga retribusi daerah.
Salah satunya dengan membentuk tim khusus untuk menggali potensi PAD dari berbagai sektor. Kerja dari tim khusus ini adalah melakukan pemetaan dan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah yang selama ini belum tergali secara maksimal.
“Tim khusus ini kita bentuk untuk melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap potensi pendapatan daerah,” ujar Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Utamanya potensi dari aktivitas perusahaan dan penggunaan aset pemerintah daerah di wilayah Kaltara. Ia menilai sejauh ini masih ada banyak potensi pendapatan daerah yang belum tercatat dan tergali secara optimal.
“Tentu ini berpotensi mengurangi penerimaan daerah. Misalnya seperti potensi pajak alat berat, itu masih banyak yang belum terdata sebagai sumber pendapatan daerah,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia juga memberikan atensi terhadap perusahaan yang beroperasi di Kaltara tapi menggunakan kendaraan luar Kaltara. Hal ini harus disikapi karena jika dibiarkan seperti ini maka perusahaan itu tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Kita dorong perusahaan yang menggunakan kendaraan luar Kaltara untuk melakukan mutasi kendaraannya ke Kaltara. Jangan hanya ingin mencari keuntungan di Kaltara, tapi tidak mau berkontribusi terhadap Kaltara,” pungkasnya. (iwk/lim)