Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Bulungan Siapkan SDM Lokal Sambut Produksi Smelter Aluminium

Fijai RT • Jumat, 9 Januari 2026 | 14:03 WIB

 

Bupati Bulungan, Syarwani.
Bupati Bulungan, Syarwani.
TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal, seiring dengan rencana dimulainya produksi awal smelter aluminium di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning–Mangkupadi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan pada tahun ini.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, smelter aluminium ditargetkan mulai beroperasi tahun ini dan akan menjadi salah satu motor penggerak utama perekonomian daerah. “Insyaallah, tahun ini sudah mulai produksi awal smelter aluminium di sana (KIHI),” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (9/1).

Ia menjelaskan, apabila seluruh kawasan industri seluas sekitar 9.100 hektare telah beroperasi secara penuh, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan sangat besar. “Kalau kawasan industri itu sudah bekerja secara existing dan operasional penuh, penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 60 ribu hingga 100 ribu orang,” ujarnya.

Menurutnya, besarnya kebutuhan tenaga kerja tersebut harus menjadi peluang strategis bagi masyarakat Bulungan, khususnya generasi muda. “Ini menjadi peluang bagi kita yang ada di Kabupaten Bulungan,” katanya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila dibarengi dengan kesiapan kompetensi SDM lokal.
“Bagaimana penyerapan tenaga kerja yang besar itu bisa memberikan peluang bagi anak-anak kita di Kabupaten Bulungan untuk terlibat langsung di kawasan industri, tentu kapasitas dan kompetensi SDM harus disiapkan,” tegasnya.

Syarwani mengakui, saat ini masih terdapat tantangan dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan standar industri. “Kami sangat menyadari, untuk masuk ke sektor tersebut masih sangat dibutuhkan peningkatan, terutama dari sisi SDM untuk bekerja di dalam kawasan,” ujarnya.

Sebagai upaya konkret, Pemkab Bulungan sejak 2024 telah menjalankan program peningkatan kapasitas melalui pendidikan vokasi. “Tahun 2024 lalu, kurang lebih 80 anak Kabupaten Bulungan telah mengikuti pendidikan vokasi bahasa Mandarin,” ungkap Syarwani.

Program tersebut, lanjutnya, dilaksanakan melalui kerja sama antar Pemda Bulungan, perguruan tinggi swasta dan pengelola kawasan industri. “Ini bagian dari upaya menyiapkan SDM lokal agar memiliki daya saing dan mampu terserap di kawasan industri Tanah Kuning–Mangkupadi,” katanya.

Ia berharap, dengan persiapan SDM yang berkelanjutan, kehadiran smelter aluminium di KIHI tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bulungan.
“Yang paling penting, masyarakat lokal bisa menjadi pelaku utama dalam pembangunan industri di daerahnya sendiri,” pungkasnya. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim