Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

DKIP Bulungan Siapkan Ruang Kerja Media, Dorong Transparansi Informasi

Fijai RT • Kamis, 8 Januari 2026 | 17:48 WIB

 

BERIKAN KETERANGAN: Kepala DKIP Bulungan memberikan keterangan kepada awak media.
BERIKAN KETERANGAN: Kepala DKIP Bulungan memberikan keterangan kepada awak media.
TANJUNG SELOR – Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (DKIP) Bulungan menghadirkan working space (ruang kerja) media sebagai ruang kerja bersama yang terbuka, transparan dan kolaboratif.

Fasilitas ini menjadi yang pertama di Bumi Benuanta dan ditujukan untuk memperkuat sinergi antar Pemkab Bulungan media dan perangkat daerah.

Kepala DKIP Bulungan, Hj. Andriana mengatakan, kehadiran working space tersebut merupakan bentuk komitmen Pemda Bulungan untuk lebih mendekatkan diri dengan insan pers sekaligus membuka ruang diskusi dan pertukaran informasi yang sehat.
“Tujuan utama kami adalah ingin mendekatkan diri dengan teman-teman media. Ruangan ini juga disupport langsung oleh Bapak Bupati dan Bapak Sekda agar working space pertama di Kaltara ini benar-benar bermanfaat,” ujar Andriana kepada Radar Kaltara, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, konsep working space ini dirancang sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan untuk menggali informasi, berdiskusi serta memperkuat prinsip transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Karena sifat kami transparan, ruang ini disiapkan agar semua informasi bisa digali dan dibahas bersama, baik dengan media maupun mitra lainnya,” ungkapnya.

Andriana menyebutkan, keberadaan working space tersebut dilengkapi dengan fasilitas pendukung, seperti jaringan internet (WiFi) dan ruang diskusi, yang dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh media, tetapi juga oleh organisasi perangkat daerah (OPD).
“Kami siapkan WiFi dan fasilitas lainnya. Ruangan ini terbuka, tidak hanya untuk media, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh teman-teman OPD untuk berdiskusi,” jelasnya.

Menurutnya, perencanaan pembangunan working space ini sebenarnya telah lama dirancang. Namun, keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan sehingga realisasinya baru dapat dilakukan saat ini.
“Rancangan ini sudah lama ada, hanya saja seiring waktu anggaran juga menjadi pertimbangan. Kemarin akhirnya bisa direalisasikan setelah ada arahan pimpinan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andriana menegaskan, working space tersebut juga diharapkan dapat menjadi pusat data dan pusat diskusi antar pemerintah dan media.
“Bisa menjadi pusat data, tetapi yang paling utama adalah pusat diskusi antar OPD, media, dan pemerintah,” tegasnya.

Ia berharap, dengan adanya ruang kolaborasi tersebut, informasi pembangunan daerah dapat tersampaikan secara utuh, akurat dan berimbang kepada masyarakat.
“Harapan kami semua informasi itu terpublikasi dengan baik dan benar. Kalau tidak benar, kan bisa menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat,” katanya.
Menurut Andriana, publikasi yang baik sangat penting agar masyarakat mengetahui berbagai program dan capaian pembangunan yang telah dilakukan pemerintah.
“Kadang masyarakat melihat seolah-olah tidak ada kegiatan pembangunan, padahal banyak upaya yang sudah dilakukan. Tetapi karena tidak terpublikasi dengan baik, akhirnya tidak terlihat,” ujarnya.

Ia pun mengajak insan pers untuk terus bersinergi menyampaikan informasi pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, hingga program pelayanan publik lainnya.
“Kami berharap teman-teman media bisa bersama-sama menyampaikan informasi pembangunan yang sudah dilakukan pemda agar masyarakat mendapatkan gambaran yang utuh dan adil,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim