Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan pembangunan daerah harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki nilai historis dan identitas sosial yang kuat seperti Kampung Arab.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di kawasan Kampung Arab yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (8/1).
Ia mengakui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah program pembangunan yang belum sepenuhnya terealisasi. Namun demikian, Pemda Bulungan terus berupaya maksimal agar program tersebut dapat diwujudkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah.
“Kami menyadari masih ada program yang belum sepenuhnya terwujud, tetapi pemerintah daerah tetap berupaya maksimal untuk merealisasikannya secara bertahap,” ungkapnya.
Syarwani mengungkapkan, pada tahun ini Pemds Bulungan merencanakan dukungan bantuan pembangunan dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui skema swadaya. Program yang disiapkan antar lain berupa pengecatan dan perbaikan rumah tua khas Kampung Arab yang telah berdiri sejak lama dan menjadi bagian dari warisan kawasan tersebut.
“Kami merencanakan dukungan bantuan pembangunan dengan melibatkan partisipasi swadaya masyarakat, termasuk pengecatan dan perbaikan rumah-rumah tua khas Kampung Arab,” jelasnya.
Selain revitalisasi bangunan, pemerintah juga menyiapkan penataan kawasan secara menyeluruh, mulai dari Simpang Asoy hingga ujung Kampung Arab. Penataan tersebut mencakup pembangunan ruang terbuka hijau, taman serta ruang publik sebagai tempat berkumpul warga.
“Kami juga merencanakan penataan wilayah dari Simpang Asoy sampai ujung Kampung Arab, termasuk pembangunan ruang terbuka hijau, taman dan tempat berkumpul masyarakat,” katanya.
Menurutnya, penataan kawasan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercantik lingkungan permukiman, tetapi juga untuk memperkuat fungsi sosial serta menjaga identitas budaya Kampung Arab sebagai bagian dari sejarah Bulungan.
“Penataan kawasan ini diharapkan dapat memperkuat fungsi sosial sekaligus memperindah lingkungan permukiman,” tambahnya.
Syarwani pun mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan agar rencana penataan tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
“Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Insya Allah, paling lambat pada perubahan anggaran 2026, beberapa wilayah di Kampung Arab dapat kita tata dan bangun secara bertahap,” pungkasnya. (jai/lim)