Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Gubernur Zainal Yakin Kaltara Mampu Jadi Lumbung Pangan Andalan di Utara Indonesia

Iwan RT • Kamis, 8 Januari 2026 | 13:11 WIB

MENINGKAT: Pelaksanaan panen raya dan pengumuman swasembada pangan serentak di Kabupaten Bulungan.
MENINGKAT: Pelaksanaan panen raya dan pengumuman swasembada pangan serentak di Kabupaten Bulungan.
TANJUNG SELOR - Hasil panen padi tahun 2025 Kalimantan Utara (Kaltara), khususnya di Kabupaten Bulungan mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 39,79 persen.

Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum saat menghadiri panen raya dan pengumuman swasembada pangan serentak oleh Presiden RI, Prabowo Subianto secara daring pada Rabu (7/1).

Untuk di Kaltara, panen raya tersebut dipusatkan di Desa Karang Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan.

"Dengan potensi sumber daya yang dimiliki dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, saya optimis Kaltara mampu menjadi salah satu lumbung pangan andalan di kawasan utara Indonesia," ujar Gubernur Zainal.

Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) padi Kabupaten Bulungan tahun 2025, realisasi tanam hingga Desember 2025 mencapai 7.972,52 hektare atau 119,46 persen dari target 6.674 hektare.

"Tren realisasi bulanan menunjukkan peningkatan tajam pada September dan Oktober yang mencerminkan keberhasilan percepatan tanam dan sinergi program pertanian," kata Gubernur Zainal.

Capaian ini didukung oleh kontribusi LTT padi reguler, oplah, csr dan padi gogo, dengan padi gogo menjadi penyumbang terbesar.

Mengingat ketahanan pangan merupakan prioritas nasional dan fondasi penting bagi stabilitas bangsa, maka Pemprov Kaltara berkomitmen menunjukkan peran strategisnya dengan terus mengembangkan potensi lahan pertanian, serta memberikan dukungan kepada para petani.

"Capaian panen pada musim tanam Oktober 2025 hingga Maret 2026 menjadi bukti bahwa dengan perencanaan yang baik, dukungan sarana dan prasarana serta pendampingan yang tepat, produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan," jelasnya.

Ia menilai kegiatan ini berperan penting dalam menjaga kesinambungan dan percepatan produksi agar tidak terjadi jeda yang panjang antara panen dan tanam, sehingga ketersediaan pangan dapat terjaga sepanjang tahun.

"Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global, kegiatan panen raya ini menjadi simbol kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menjaga stabilitas pangan," tegaanya.

Meskipun dihadapkan dengan sejumlah tantangan, Gubernur Zainal meyakini dengan peningkatan kapasitas SDM, penguatan koordinasi lintas sektor serta manajemen yang baik, tantangan itu pasti dapat diatasi secara bertahap. (iwk/lim)

Editor : Azward Halim