Kepala Kesbangpol Bulungan, Dharmawan, mengatakan, rapat evaluasi ini difokuskan pada penguatan sinergi lintas forum dalam menjaga stabilitas daerah.
“Rapat evaluasi ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat kerja sama dalam mencegah masuk serta berkembangnya paham radikalisme di Kabupaten Bulungan,” kata Dharmawan kepada Radar Kaltara, Kamis (8/1).
Dijelaskan, evaluasi dilakukan untuk meninjau peran dan kontribusi masing-masing forum sepanjang tahun 2025, khususnya dalam upaya deteksi dini terhadap potensi konflik sosial.
“Kami ingin melihat sejauh mana peran FKDM, FKUB, dan FPK dalam melakukan deteksi dini serta penanganan isu yang berpotensi mengganggu persatuan dan stabilitas daerah,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, para peserta forum menyampaikan laporan situasi di lapangan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi serta langkah strategis yang perlu diperkuat ke depan.
“Masukan dari forum sangat penting sebagai bahan evaluasi dan perbaikan kebijakan pemerintah daerah,” katanya.
Dharmawan menegaskan, upaya pencegahan radikalisme tidak dapat dilakukan secara parsial atau sendiri.
“Pencegahan radikalisme harus dilakukan secara kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, forum-forum kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, FKDM, FKUB dan FPK memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas daerah.
“Ketiga forum ini berperan penting dalam membangun kewaspadaan, memperkuat dialog antarwarga, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan toleransi,” ungkapnya.
Selain rapat evaluasi, evaluasi ini juga dirangkaikan dengan silaturahmi untuk mempererat kebersamaan dan komunikasi antaranggota forum.
“Silaturahmi ini penting agar terbangun rasa saling percaya dan koordinasi yang lebih efektif dalam menghadapi isu-isu strategis,” ujarnya.
Kesbangpol Bulungan berharap, melalui kegiatan ini, seluruh forum semakin proaktif melakukan edukasi kepada masyarakat dan meningkatkan ketahanan sosial.
“Kami berharap ketiga forum semakin aktif mengedukasi masyarakat, meningkatkan deteksi dini, serta memperkuat ketahanan sosial berbasis nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika,” harapnya.
Dengan penguatan sinergi tersebut, Pemda Bulungan optimistis daerah ini tetap terjaga sebagai wilayah yang aman, damai, rukun dan terbebas dari pengaruh paham radikalisme sepanjang tahun 2026.
"Sinergi lintas forum ini menjadi kunci menjaga Bulungan tetap aman, damai, dan bebas dari pengaruh paham radikalisme,” pungkasnya. (jai/lim)