Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara, Andi Amriampa mengatakan, berdasarkan rakor bersama sejumlah stakeholder hari ini, ada tiga daerah di Kaltara yang telah mengajukan status siaga bencana daerah, yakni Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan.
"Untuk bencana, sebagaimana laporan yang kita terima dari Pusdalop (Pusat Pengendalian Operasi) kabupaten/kota, ada dua daerah di Kaltara yang sudah terdampak bencana banjir, yaitu Bulungan dan Nunukan," ujar Andi Amriampa kepada Radar Tarakan usai rakor tersebut.
Untuk di Bulungan, lokasinya di Kecamatan Sekatak, dengan wilayah yang terdampar di Desa Pentian, Pungut dan Sekatak Bengara. Sedangkan di Nunukan, itu di Kecamatan Sembakung.
"Kalau di Sembakung ini kejadian banjir sudah hampir setiap tahun terjadi," katanya.
Oleh karena itulah makanya dilakukan rakor hari ini, tujuannya tak lain adalah untuk mendiskusikan apakah Kaltara ini sudah layak ditetapkan statusnya sebagai siaga bencana atau seperti apa.
Selain dua daerah yang sudah terjadi bencana banjir itu, sejumlah daerah lainnya mulai dari Malinau, Tana Tidung dan Tarakan juga sudah menyampaikan laporannya dalam rakor tersebut.
"Termasuk juga dijelaskan oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) terkait prakiraan cuaca di Kaltara dalam kurun waktu 2-3 pekan ke depan," jelasnya.
Dalam paparan BMKG tersebut, lanjut Andi Amriampa, potensinya ada pada tingkat curah hujan sedang hingga tinggi. Berdasarkan data dan informasi yang diterima saat rakor tersebut, maka status siaga bencana hidrometeorologi basah sudah dapat diputuskan.
Adapun hasil dari rakor ini akan disampaikan oleh pihaknya kepada Gubernur Kaltara untuk kemudian mendapatkan persetujuan lebih lanjut terkait menetapkan status siaga bencana.
"Kita upayakan secepatnya. Kalau bisa disetujui status itu sudah bisa ditetapkan per hari ini. Kita mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap hal-hal yang dimungkinkan terjadi," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim