Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, Rafidin mengatakan, banjir terjadi sekitar pukul 08.00 Wita dan berdampak pada Desa Sekatak Bengara, Pungit Desa Pentian.
“Curah hujan tinggi mengakibatkan debit air sungai naik secara signifikan hingga meluap ke wilayah permukiman warga,” kata Rafidin kepada Radar Kaltara, Rabu (7/1).
Ia menjelaskan, dari hasil pendataan sementara, banjir telah menggenangi sejumlah rumah warga, khususnya di Desa Pungit.
“Untuk Desa Pungit, sementara terdata sebanyak 36 kepala keluarga (KK) terdampak, sedangkan untuk Desa Sekatak Bengara dan Desa Pentian masih dalam proses pendataan,” jelasnya.
BPBD Bulungan, sambung Rafidin, langsung bergerak cepat dengan melakukan monitoring serta berkoordinasi bersama pemerintah desa setempat.
“Kami melakukan pemantauan di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan aparat desa untuk memastikan kondisi warga dan dampak banjir,” katanya.
Selain itu, BPBD juga melakukan asesmen guna memastikan kebutuhan warga terdampak serta potensi risiko lanjutan.
“Tim BPBD turun langsung untuk melakukan assessment dan pendataan di lokasi banjir,” ungkapnya.
Rafidin memastikan bahwa hingga siang hari, kondisi banjir di wilayah terdampak telah berangsur surut. “Alhamdulillah, air sudah surut dan situasi sekarang ini dalam kondisi terkendali,” ujarnya.
Meski demikian, BPBD Bulungan tetap mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi.
“Kami mengimbau camat, kepala desa dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan sesuai Surat Edaran Bupati Bulungan Nomor 300.2.3./593/BPBD.1 tanggal 1 Desember 2025,” tegasnya.
Ia menambahkan, kewaspadaan dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana, khususnya di wilayah rawan banjir.
“Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mengantisipasi risiko yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim