Di sela peninjauan, Sjahroni berdialog langsung dengan warga dan petani guna menyerap aspirasi serta mendengar kendala yang dihadapi di lapangan.
“Kami ingin memastikan bahwa proyek percetakan sawah ini berjalan tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Salimbatu,” kata Sjahroni kepada Radar Kaltara, Rabu (7/1).
Ia menegaskan, keterlibatan TNI tidak hanya sebatas pendampingan teknis, tetapi juga memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai rencana. “Masukan dari petani sangat penting, mulai dari kondisi tanah hingga sistem pengairan, agar lahan yang dicetak nantinya siap tanam dan produktif,” katanya.
Sjahroni menekankan bahwa Korem 092/Maharajalila bersama Kodim 0903/Bulungan akan terus mengawal proses percetakan sawah hingga lahan siap digunakan.
“Kami berkomitmen mengawal program ini sampai benar-benar siap tanam dan memberi dampak langsung bagi peningkatan produksi pertanian,” tegasnya.
Menurutnya, program percetakan sawah memiliki peran strategis dalam memperluas areal tanam sekaligus meningkatkan hasil produksi gabah di Kabupaten Bulungan.
“Jika lahan ini optimal, maka kontribusinya terhadap kemandirian pangan daerah akan sangat signifikan,” ungkapnya.
Melalui pendampingan Babinsa dan jajaran teritorial, TNI berharap petani semakin termotivasi untuk mengelola lahan yang telah dicetak secara maksimal. “Kami ingin petani merasa didampingi dan didorong, sehingga dampak ekonomi dari program ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Percetakan sawah di Salimbatu diharapkan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan daerah, sekaligus memperkuat sinergi antar TNI, pemda dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan di Bulungan.
“Kami berharap percetakan sawah ini benar-benar berdampak langsung bagi produksi pangan dan kesejahteraan petani di Bulungan," pungkasnya. (jai/lim)