Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Nihil Kasus Super Flu di Bulungan, Warga Tetap Diminta Waspada

Fijai RT • Rabu, 7 Januari 2026 | 13:58 WIB
H Iman Sujono, Kepala Dinkes Bulungan.
H Iman Sujono, Kepala Dinkes Bulungan.

TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus Super Flu atau virus Influenza Tipe A (H3N2) Subclade K di Bumi Tenguyun.

Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan penyakit pernapasan tersebut.

Kepala Dinkes Bulungan, H. Imam Sujono menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan kewaspadaan dini seiring adanya edaran dan informasi global dari Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Kami informasikan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Bulungan belum ditemukan kasus H3N2 Subclade K,” kata Imam kepada Radar Kaltara, Rabu (7/1).

Dijelaskan, secara umum gejala H3N2 tidak jauh berbeda dengan flu musiman, seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, malaise, sakit kepala, hidung berair serta nyeri otot (myalgia).
“Gejalanya mengarah ke flu musiman, antar lain demam, batuk, nyeri tenggorokan, sakit kepala, hidung berair, dan nyeri otot,” jelasnya.

Namun demikian, Imam mengingatkan bahwa tingkat keparahan Influenza A secara umum cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Influenza A (H1N1) pdm09 maupun Influenza B.
“Secara umum, tingkat keparahan A H3N2 memang lebih tinggi dibandingkan A (
H1N1 pdm09 dan Influenza B,” ujarnya.

Meski begitu, berdasarkan penilaian WHO terhadap situasi dan data epidemiologi terkini, Subclade K dari Influenza A tidak menunjukkan adanya peningkatan tingkat keparahan.
“Berdasarkan penilaian WHO dari data dan situasi epidemiologi saat ini, H3N2 Subclade K tidak menunjukkan peningkatan keparahan,” kata Imam.

Ia menegaskan, meskipun Bulungan masih nihil kasus, seluruh jajaran Dinkes tetap menerapkan kewaspadaan dini, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rumah sakit.
“Walaupun belum ada kasus di Bulungan, sesuai edaran WHO kami otomatis melakukan kewaspadaan dini di seluruh jajaran Dinkes Bulungan,” tegasnya.

Dinkes Bulungan juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker saat sakit serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan.
"Langkah antisipatif ini penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit dan menjaga stabilitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Bulungan," pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim