TANJUNG SELOR – Kinerja sektor pertanian Bulungan sepanjang 2025 menunjukkan capaian positif. Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan mencatat luas tambah tanam (LTT) padi hingga Desember 2025 mencapai 7.972,52 hektare (ha) atau 119,46 persen dari target yang ditetapkan seluas 6.674 ha.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan capaian tersebut selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang secara konsisten menempatkan sektor pertanian sebagai pilar utama ketahanan pangan.
“Capaian ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mencapai target swasembada pangan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (7/1).
Menurutnya, peningkatan luas tanam padi bukan sekadar pencapaian angka, melainkan indikator nyata keseriusan Pemda Bulungan dalam menjaga ketersediaan pangan jangka panjang.
"Penguatan sektor pertanian terus kami lakukan, mulai dari peningkatan produksi, optimalisasi lahan hingga penguatan kesejahteraan petani," ungkapnya.
Ia menambahkan, berbagai intervensi kebijakan terus dilakukan agar sektor pertanian tetap produktif dan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya berbicara target, tetapi memastikan kebijakan benar-benar menyentuh kebutuhan petani di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, capaian ini menjadi indikator kuat meningkatnya aktivitas tanam padi di wilayah Bulungan.
“Luas tambah tanam padi sampai dengan Desember 2025 mencapai 7.972,52 hektare atau 119,46 persen dari total target 6.674 hektare,” bebernya.
Ia menjelaskan, realisasi LTT tersebut berasal dari beberapa jenis pengembangan padi. “LTT padi reguler terealisasi seluas 1.738,55 hektare, LTT padi oplah 2.176,47 hektare, serta LTT padi CSR seluas 3 hektare,” ungkapnya.
Selain itu, kontribusi signifikan juga datang dari pengembangan padi gogo. Luas tanam mencapai 4.054,50 ha dengan kontribusi sebesar 13,55 persen terhadap total LTT. Ia menambahkan, jika digabungkan, padi reguler, oplah dan CSR memberikan kontribusi dominan terhadap capaian LTT 2025.
“Total kontribusi padi reguler, oplah, dan CSR mencapai 83,75 persen dari keseluruhan luas tanam,” katanya.
Dari sisi perbandingan tahunan, realisasi luas tanam padi di Bulungan juga menunjukkan peningkatan signifikan.
“Pada tahun 2025, realisasi luas tanam padi mencapai 7.972,52 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 5.703 hektare,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan tersebut setara dengan pertumbuhan hampir 40 persen.
“Secara persentase, terjadi kenaikan sebesar 39,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” tambahnya.
Ia menilai capaian ini tidak lepas dari dukungan berbagai program pemerintah serta peran aktif petani di lapangan.
“Pencapaian ini merupakan hasil sinergi antar pemerintah daerah, petani serta dukungan program perluasan tanam dan optimalisasi lahan,” pungkasnya. (jai/lim)