TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara (Kaltara) mencatat perkembangan harga berbagai komoditas pada Desember 2025 secara umum mengalami perubahan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS Kaltara di 3 kabupaten/kota, pada Desember 2025 terjadi inflasi secara y-on-y sebesar 2,57 persen atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 104,42 pada Desember 2024 menjadi 108,44 pada Desember 2025.
Kepala BPS Kaltara, Mas’ud Rifai mengatakan, inflasi secara y-on-y di Kaltara terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau 2,32 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,08 persen, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 3,12 persen.
Termasuk kelompok kesehatan 8,40 persen, kelompok transportasi 0,03 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 1,39 persen, kelompok pendidikan 0,92 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 1,92 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 12,95 persen.
“Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dengan deflasi sebesar 0,64 persen, serta kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen,” ujar Mas’ud, Selasa (6/1).
Adapun 10 komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan inflasi y-on-y pada Desember 2025, meliputi emas perhiasan, tarif air minum pam, tarif rumah sakit, ikan bandeng, beras, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, telur ayam ras dan bawang merah.
Sedangkan 10 komoditas yang paling dominan memberikan sumbangan deflasi y-on-y, itu terdiri dari tomat, tahu mentah, tempe, bawang putih, angkutan udara, angkutan laut, cabai rawit, sawi hijau, pengharum cucian dan kangkung.
Selain itu, tingkat inflasi secara m-to-m di Kaltara tercatat sebesar 0,54 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi m-to-m pada Desember 2025, terdiri dari angkutan udara, bawang merah, cabai rawit, emas perhiasan, telur ayam ras, batu bata, ikan layang, bensin, bakso siap santap dan wortel.
“Sedangkan komoditas yang memberikan andil atau sumbangan deflasi secara m-to-m, meliputi angkutan laut, ikan bandeng, bayam, tomat, sabun cair, ikan cakalang, jeruk nipis, buncis, tisu dan ketimun,” tambahnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim