Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Kaltara, Ika H. Novianti kepada Radar Tarakan usai konferensi pers pelaksanaan anggaran regional Kaltara periode November 2025 di Tanjung Selor pada Senin (29/12).
"Dari sisi makro ekonomi, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh sebesar 4,61 persen (y-on-y) pada triwulan III 2025," ujar Ika.
Ia mengungkapkan, pertumbuhan ini didorong oleh percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Kabupaten Bulungan dan proyek swasta yang turut memperkuat ekonomi provinsi ke-34 Indonesia ini.
Kemudian, lanjut Ika, pada November 2025 di Kaltara terjadi inflasi secara y-on-y sebesar 2,72 persen. Sedangkan neraca perdagangan per Oktober 2025 mencatat surplus USD 68,77 juta.
"Fokus perlu diberikan pada upaya penguatan daya beli masyarakat, pemerataan pembangunan dan peningkatan supply side agar perekonomian di Kaltara tetap stabil," katanya.
Adapun isu strategis yang menjadi perhatian di Kaltara antara lain terkait potensi ekonomi hijau. Kaltara mempunyai 86,90 persen tutupan lahan yang didominasi oleh hutan yang terdiri atas hutan primer dan hutan sekunder.
"Terdapat juga 13 kesatuan hidrologis gambut dengan luas total 347.541 hektare," sebutnya.
Tak hanya itu, Kaltara juga mempunyai potensi dari energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan dengan potensi mencapai 9.000 MW dan sangat cocok untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan rata-rata radiasi matahari sekitar 4-5 kWh/m2/hari.
"Untuk menindaklanjuti hal itu, diperlukan peran aktif instansi terkait dalam mencari investor potensial agar dapat terlibat dalam energi bersih, salah satunya dengan memberikan insentif fiskal bagi pihak-pihak yang berminat berinvestasi di energi hijau," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim