TANJUNG SELOR - Kewaspadaan dini terhadap ancaman bencana terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara).
Salah satunya yang berkaitan dengan ancama bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebagai langkah mitigasi, Pemprov Kaltara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setiap tahun terus melakukan pemetaan potensi karhutla di provinsi ke-34 Indonesia ini.
"Berdasarkan pengalaman terjadinya kebakaran hutan dan lahan, wilayah yang berpotensi itu ada beberapa titik, seperti di Nunukan dan Bulungan," ujar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kaltara, Andi Amriampa kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Minggu (28/12).
Namun, lanjut Andi Amriampa, potensi karhutla yang tertinggi dari lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara ini adalah Kabupaten Bulungan.
Rata-rata penyebab terjadinya karhutla di Kaltara tersebut bervariasi, ada yang karena cuaca ekstrem dan ada juga karena kegiatan atau aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh masyarakat.
"Kan ada kebijakan terkait kearifan lokal itu. Ada hal-hal tertentu yang memang ditoleransi oleh kita, terkait dengan kearifan lokal untuk masyarakat berladang gunung," jelasnya.
Sebelumnya, BPBD Kaltara juga telah melakukan penyusunan rencana kontingensi bencana karhutla di Kaltara. Saat ini sudah masuk tahap penyusunan rancangan akhir.
"Dalam penyusunan rencana kontingensi ini, kita berupaya untuk melakukan identifikasi potensi-potensi karhutla di Kaltara dengan melibatkan seluruh stakehoulder terkait," kata Andi Amriampa.
Dengan adanya dokumen rencana kontingensi ini, diharapkan potensi bencana karhutla di Kaltara dapat disikapi sejak dini dan bencana karhutla tersebut tidak sampai terjadi. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim