Fokus utama operasi pun, terletak pada perlindungan aktivitas masyarakat dan pencegahan gangguan keamanan.
Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas mengatakan, bahwa Operasi Lilin merupakan agenda tahunan yang menuntut kesiapan maksimal seluruh jajaran karena tingginya intensitas kegiatan masyarakat pada akhir tahun.
“Setiap akhir tahun terjadi peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk ibadah, perjalanan, maupun aktivitas wisata. Karena itu, Operasi Lilin kami fokuskan pada pengamanan langsung di lapangan,” ujar Bonifasius.
Dalam operasi ini, personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, PMI, Senkom, serta unsur pendukung lainnya disiagakan dan ditempatkan di sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan. Pos-pos tersebut difungsikan sebagai titik kendali patroli, pengaturan lalu lintas, serta pusat pelayanan cepat bagi masyarakat.
“Kami menempatkan personel di pos-pos strategis, terutama di sekitar gereja, pusat keramaian, jalur transportasi, pelabuhan, bandara, objek wisata, serta lokasi perayaan malam tahun baru,” jelasnya.
Kapolres menegaskan bahwa pola pengamanan yang diterapkan bersifat preventif dan humanis. Personel diminta untuk aktif melakukan patroli dialogis, memantau situasi lingkungan, serta merespons cepat setiap potensi gangguan kamtibmas.
“Petugas di lapangan kami arahkan untuk mengedepankan pencegahan. Deteksi dini harus dilakukan sejak awal agar gangguan keamanan bisa diantisipasi sebelum berkembang,” tegasnya.
Selain itu, Operasi Lilin Kayan 2025 juga difokuskan pada pengaturan arus lalu lintas dan pengamanan jalur transportasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama masa libur panjang.
“Kami tidak hanya menjaga kegiatan ibadah, tetapi juga mengamankan pergerakan masyarakat. Jalur darat dan laut menjadi perhatian karena Nunukan merupakan daerah perbatasan dengan mobilitas cukup tinggi,” tambah Bonifasius.
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, Polres Nunukan turut menyiapkan langkah antisipasi bersama instansi terkait. Personel di lapangan diminta siap menghadapi kemungkinan bencana alam dan memberikan bantuan cepat apabila terjadi situasi darurat.
“Koordinasi lintas sektor terus kami perkuat. Setiap pos harus siap melayani masyarakat kapan pun dibutuhkan, termasuk melalui layanan darurat Kepolisian 110,” pungkasnya. (raw/lim)
Editor : Azward Halim