TANJUNG SELOR – Pengerjaan pengaspalan tahap tiga akses jalan penghubung Kecamatan Tanjung Palas menuju Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, terus dikebut. Kini proyek telah memasuki tahap akhir berupa proses pengaspalan dan ditargetkan rampung sebelum masa kontrak berakhir.
Bupati Bulungan, Syarwani memastikan penanganan Jalan Salimbatu kini memasuki tahap akhir dan terus dikebut hingga penghujung tahun. "Infrastruktur jalan menjadi prioritas Pemda Bulungan karena berdampak langsung terhadap kelancaran mobilitas, distribusi hasil ekonomi masyarakat serta peningkatan konektivitas antar wilayah di Bulungan," kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (17/12).
Jalan Salimbatu, sambung Syarwani, merupakan salah satu jalur strategis yang diharapkan mampu memperlancar konektivitas antar kecamatan. "Pembangunan jalan bukan sekadar soal aspal, tetapi membuka akses dan peluang ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Khairul mengatakan, tahun ini dilakukan penanganan jalan sepanjang 3.745 meter dengan pekerjaan timbunan tanah, lapis pondasi bawah (LPB), lapis pondasi atas (LPA) hingga produk akhir berupa aspal.
"Kalau pekerjaan tahap tiga ini tuntas, maka total panjang jalan yang telah diaspal sejak tahap pertama hingga tahap ketiga mencapai 10.120 meter,” kata Khairul kepada Radar Kaltara, Rabu (17/12).
Namun demikian, Khairul mengakui masih terdapat sisa ruas jalan yang belum diaspal sepenuhnya. “Masih tersisa sekitar 2.300 meter yang belum diaspal,” ungkapnya.
Menurutnya, sisa ruas jalan tersebut telah ditangani melalui APBD Perubahan 2025 dengan produk akhir berupa agregat, sehingga telah memenuhi target sebagai jalan fungsional meskipun belum seluruhnya beraspal.
“Insyaallah, tahun depan ruas jalan yang saat ini masih berupa agregat akan dituntaskan pengaspalannya,” bebernya.
Dari sisi anggaran, Khairul menyebutkan bahwa pembangunan jalan tersebut dibiayai melalui dua skema anggaran.
“Untuk anggaran murni dialokasikan sebesar Rp 14.724.203.458,68, sementara melalui APBD Perubahan sebesar Rp 4,8 miliar,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebelum masuk tahap pengaspalan, progres pekerjaan berada di angka 52 persen. “Sebelumnya diaspal progres masih 52 persen. Tetapi sekarang ini sudah masuk proses pengaspalan sehingga progresnya akan terus bertambah,” katanya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Bulungan ini mengaku optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai kontrak yang telah ditetapkan. “Insyaallah, sebelum masa kontrak berakhir, pekerjaan pengaspalan ini dapat diselesaikan,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim