TANJUNG SELOR - Perkembangan sektor transportasi laut di Kalimantan Utara (Kaltara) sepanjang 2025 menunjukkan dinamika yang mencerminkan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, tercatat terjadinya penurunan jumlah penumpang pada Oktober 2025. Namun, secara kumulatif pergerakan barang justru mengalami pertumbuhan positif.
Kepala BPS Kaltara, Mas'ud Rifai mengatakan, jumlah penumpang angkutan laut yang datang ke Kaltara pada Oktober 2025 sebanyak 18.428 orang. Angka ini mengalami penurunan 6,79 persen jika dibandingkan kondisi September 2025 yang mencapai 19.771 orang.
"Secara kumulatif, selama periode Januari-Oktober 2025, jumlah penumpang datang tercatat sebanyak 198.822 orang, turun 5,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 211.083 orang," ujar Mas'ud saat dikonfirmasi, Minggu (15/12/2025).
Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat pada Oktober 2025 juga mengalami penurunan. Tercatat 18.575 orang berangkat melalui angkutan laut, turun 2,85 persen dibandingkan September 2025 yang mencapai 19.120 orang.
Meski demikian, secara kumulatif sepanjang Januari-Oktober 2025, jumlah penumpang berangkat justru meningkat signifikan.
Total penumpang berangkat tercatat 222.167 orang atau naik 7,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 206.870 orang.
Di sisi angkutan barang, aktivitas bongkar muat kapal laut menunjukkan pergerakan yang cukup kontras. Jumlah barang yang dimuat kapal laut pada Oktober 2025 tercatat 1.655.851 ton, menurun 18,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Tapi, secara kumulatif jumlah barang yang dimuat sepanjang Januari-Oktober 2025 mencapai 13.675.650 ton, naik 6,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat 12.898.533 ton," sebutnya.
Kondisi berbeda terlihat pada aktivitas bongkar barang. Pada Oktober 2025, jumlah barang yang dibongkar kapal laut tercatat 491.498 ton, melonjak tajam hingga 171,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
"Secara kumulatif, total barang yang dibongkar selama Januari-Oktober 2025 mencapai 2.540.333 ton atau naik 31,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," tuturnya.
Peningkatan signifikan pada arus bongkar muat barang ini menunjukkan kuatnya peran transportasi laut dalam mendukung distribusi logistik dan pertumbuhan ekonomi provinsi ke-34 Indonesia ini. (iwk/ana)
Editor : Azwar Halim