TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan memperkuat kedaulatan pangan sebagai isu strategis pembangunan daerah jangka panjang.
Itu diwujudkan melalui penetapan Kawasan lahan pangan berkelanjutan (KLPPB) seluas 5.000 hektare (ha) yang telah ditetapkan melalui peraturan daerah (Perda).
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan kebijakan tersebut merupakan keberlanjutan visi pembangunan daerah yang telah dicanangkan sejak periode sebelumnya dan kembali ditegaskan dalam visi pembangunan 2025–2030.
“Alhamdulillah, salah satu isu kedaulatan kita adalah keberlanjutan dari visi sebelumnya. Berdaulat itu salah satunya berdaulat di bidang pangan dan itu kembali kami tuangkan dalam visi pembangunan 2025–2030,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Minggu (14/12).
Menurutnya, Bulungan memiliki potensi wilayah dan lahan yang sangat luas untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam (SDA), khususnya dalam tata kelola pangan.
Karena itu, Pemda Bulungan bersama DPRD telah menetapkan regulasi untuk melindungi lahan pertanian dari alih fungsi.
“Saya bersama Pak Dandim meninjau langsung penanaman perdana cetak sawah rakyat. Sampai akhir tahun ini, kemungkinan sekitar 798 hektare yang bisa direalisasikan,” terangnya.
Menurut Syarwani, program cetak sawah tersebut dieksekusi langsung oleh Kementan sehingga sangat meringankan beban daerah.
“Ini sangat meringankan, karena visi daerah terkait kedaulatan pangan tetap berjalan, sekaligus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat,” katanya.
“Tugas pemerintah daerah hari ini adalah menjamin hasil produksi pangan benar-benar berdampak secara ekonomi bagi petani,” ujarnya.
Ia pun menyambut baik kebijakan pusat melalui Bulog yang menetapkan harga pembelian gabah petani sebesar Rp 6.500 per kilogram (kg).
“Kami sangat bersyukur, Bulog membeli gabah petani Bulungan dengan harga Rp 6.500 per kilogram dan itu langsung diterima petani,” ungkapnya.
Hal serupa juga berlaku untuk komoditas jagung yang diserap dengan harga Rp5.500 per kilogram jagung kering.
“Ini bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus kesejahteraan petani,” pungkasnya. (jai/ana)
Editor : Azwar Halim