TANJUNG SELOR – Polda Kaltara gelar Taklimat Akhir Audit Kinerja Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Tahap II 2025, Jumat (12/12).
Audit ini menyasar aspek pelaksanaan dan pengendalian seluruh Satuan Kerja (Satker) dan Satuan Wilayah (Satwil).
Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol Andries Hermanto menegaskan, audit ini tidak boleh dianggap sebagai formalitas.
Ini adalah upaya kolektif untuk memastikan kebijakan dan anggaran berjalan efektif dan dirasakan masyarakat. Ada tiga fokus utama pembenahan dari hasil audit.
“Pertama, pengelolaan anggaran harus tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi publik,” kata Andries.
Kedua, proses kerja harus bersih dari penyimpangan dan diperkuat dengan sistem pengendalian internal yang solid. "Ketiga, orientasi program wajib mengarah pada pelayanan publik yang humanis, transparan dan berkeadilan," ungkapnya.
Untuk memastikan rekomendasi audit tidak berhenti pada laporan administrasi, Andries mengeluarkan empat instruksi tegas kepada seluruh Kapolres, Kasatker, dan pejabat terkait.
“Pelajari seluruh temuan secara mendalam,” katanya.
Kemudian, susun rencana aksi tindak lanjut secara komprehensif. Laporkan progres sesuai batas waktu. Dan bangun mekanisme pengendalian internal yang lebih kuat agar temuan serupa tidak terulang.
"Laporkan progres sesuai batas waktu yang ditentukan serta bangun mekanisme pengendalian internal yang lebih kuat agar temuan serupa tidak kembali terulang," tegasnya.
Ia menekankan pentingnya komitmen kolektif untuk menjadikan audit sebagai motor perubahan organisasi.
“Rekomendasi audit tidak boleh berhenti di atas meja. Ini harus menjadi energi perbaikan Polda Kaltara ke depan,” pungkasnya. (jai/ana)
Editor : Azwar Halim