TANJUNG SELOR-Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si secara tegas menyampaikan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan tenaga guru di Bulungan.
Dia memastikan, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) tetap aman meski dihadapkan situasi efisiensi di tahun depan.
Kebijakan ini berlaku untuk guru-guru berstatus ASN maupun PPPK. Namun ia menegaskan bahwa tenaga P3K tidak diperbolehkan mengajukan mutasi sebelum masa kontrak berakhir, kecuali dalam kondisi darurat seperti perpindahan tugas pasangan TNI/Polri.
Baca Juga: Perangkat Daerah Harus Mempersiapkan Tim Penyusun Renja untuk RKPD 2027
“Daripada pindah, lebih baik berhenti. Kita sudah berjuang meningkatkan status mereka dari honorer menjadi P3K,” tegasnya.
Hal itu disampaikan bupati disela-sela pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) serta Pekan Budaya Daerah Gugus Dewantara Kecamatan Tanjung Palas di SDN 012 Desa Pejalin.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengasah bakat sekaligus membangun mental kompetitif sebagai generasi penerus daerah.
Baca Juga: Pembentukan Kejari Tana Tidung Selangkah Lagi, Hanya Ini yang Ditunggu
Bupati dalam sambutannya menyampaikan terima kasih, apresiasi serta dukungan atas dilaksanakannya kegiatan.
Ditegaskan, tugas utama para guru dan pemerintah daerah adalah menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan— termasuk menjadi Bupati, Gubernur, hingga Presiden.
Bupati juga mengajak para guru untuk tidak hanya fokus pada rutinitas mengajar, tetapi juga mendidik karakter, etika, dan mental anak-anak.
Baca Juga: Kembangkan Destinasi Unggulan hingga Penguatan SDM di 2026
“Semua orang bisa mengajar, tetapi tidak semua orang bisa mendidik,” ujarnya. Diingatkan, tantangan 10–20 tahun ke depan akan jauh lebih berat, terutama dalam hal persaingan.
Karena itu, Porseni dinilai sebagai panggung penting untuk membentuk mental bertanding siswa sejak dini.
“Kalau kita tidak siap bersaing, kita akan dilindas oleh keadaan,” tegasnya. Bupati meminta guru tidak menuntut kesempurnaan berlebihan pada siswa, terutama dalam seni dan budaya, mengingat mereka masih dalam proses belajar. Kearifan lokal dan penggunaan bahasa daerah pun diminta tetap menjadi bagian utama dalam kegiatan seni budaya sekolah.
Baca Juga: Investor Taiwan Lirik Pembangunan Desalinasi Air Laut di Kaltara
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyoroti pentingnya menjaga nama baik dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan ataupun penyimpangan seksual yang dilakukan oknum guru tidak akan ditoleransi.
Bupati memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberhentikan P3K yang terlibat kasus pidana, bahkan sebelum putusan pengadilan keluar.
Bupati juga meminta seluruh guru dan kepala sekolah tidak ragu melaporkan jika terjadi penyimpangan perilaku di lingkungan pendidikan.
Baca Juga: PTSL 2025, 700 Bidang Tanah di Bulungan Resmi Bersertifikat
“Jangan sampai dunia pendidikan kita tercoreng oleh satu dua orang, sementara banyak guru yang baik dan berdedikasi,” ujarnya.
Di hadapan ratusan siswa, bupati kemudian mengajak seluruh anak untuk tekun belajar, menghormati guru, dan patuh kepada orang tua.
Hal itu disebut sebagai pondasi dalam membangun masa depan Bulungan yang lebih maju. Beliau juga memberikan apresiasi kepada Gugus Dewantara dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan Porseni dan Pekan Budaya Daerah tahun 2025. (dra/ana)
Editor : Azwar Halim