TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) terus melakukan upaya untuk memperkuat sektor pariwisata di provinsi ke-34 Indonesia ini.
Kepala Dispar Kaltara, Njau Anau mengatakan, untuk di tahun 2026 yang akan datang pihaknya masih fokus pada pengembangan destinasi unggulan hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) sektor pariwisata.
“Kita tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran, karena tahun depan itu anggaran semakin turun. Paling tidak kita menyesuaikan dengan fokus kita, mulai dari destinasi, SDM, hingga HAKI (hak atas kekayaan intelektual),” ujar Njau kepada Radar Tarakan, Rabu (10/12/2026).
Njau menjelaskan, HAKI ini penting sebagai salah satu penunjang ekonomi kreatif yang menjadi dorongan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah supaya HAKI ekonomi kreatif yang ada di tiap daerah dapat semakin jelas.
“Karena berdasarkan itu (HAKI, Red), mereka nanti bisa berkembang untuk lebih baik ke depannya,” kata Njau.
Lebih spesifik, Njau menuturkan bahwa dalam hal ini pihaknya akan lebih fokus kepada unggulan-unggulan yang sesuai dengan yang sudah ada perencanaannya. Dalam hal ini fokusnya kepada apa yang belum dikembangkan atau yang belum maksimal.
“Yang jelas, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara di tahun 2026 akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Kita tetap optimis, tapi kita juga harus realistis supaya dia bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Kendati demikian, Njau menegaskan bahwa pihaknya tidak ‘berpangku tangan’ dengan kondisi keuangan daerah yang tidak stabil seperti sekarang ini.
Untuk penguatan sektor pariwisata, pihaknya juga terus melakukan upaya konkret lainnya, di antaranya melakukan lobi-lobi dengan pihak ketiga.
Tak hanya itu, komunikasi dan kolaborasi antar perangkat daerah juga dilakukan. Misalnya untuk penguatan infrastruktur pendukung destinasi wisata yang ada, itu bisa didukung melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkum).
“Tapi tetap yang sudah ada yang kita maksimalkan. Kita melakukan evaluasi terhadap destinasi yang berkembang di kabupaten/kota untuk melihat sisi apa yang kurang, itu yang akan kita coba ajukan untuk disikapi,” pungkasnya. (iwk/ana)
Editor : Azwar Halim