TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menegaskan pentingnya sinergisitas pembangunan daerah hingga ke desa pada tahun 2026. Ini dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan pembangunan di tengah tantangan fiskal nasional.
Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan selamat kepada 13 desa yang telah sukses melaksanakan pemilihan kepala desa (kades).
"Saya ucapkan selamat kepada kepala desa terpilih dan saya minta DPMD segera mempersiapkan proses pelantikan,” kata Syarwani.
Syarwani juga menyampaikan adanya program peningkatan kapasitas kades melalui kegiatan retreat. "Peningkatan kapasitas kepemimpinan kepala desa menjadi penting agar mampu menjalankan pemerintahan desa secara profesional dan bertanggung jawab,” ungkapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi keuangan daerah tahun 2026 mengalami penurunan seiring tekanan fiskal nasional.
“Penurunan anggaran secara nasional berdampak langsung pada transfer ke desa, sehingga pengelolaan anggaran harus semakin cermat dan akuntabel,” jelasnya.
Dalam mendukung Asta Cita Presiden, Syarwani memberikan apresiasi kepada seluruh kades yang telah memfasilitasi pembentukan Koperasi Desa (Kopdes).
“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala desa yang telah memfasilitasi pembentukan Kopdes dan saya harap program ini didukung sepenuhnya, namun dikelola secara hati-hati agar tidak berurusan dengan penegak hukum,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya program Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan yang bersentuhan langsung dengan desa. “Program pertanian harus benar-benar menjawab kebutuhan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan agar UMKM desa diberdayakan, setidaknya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kegiatan di desa. “UMKM harus menjadi bagian dari roda ekonomi desa sendiri,” katanya.
Syarwani berharap agar program pembangunan desa disusun secara tematik sehingga selaras dengan prioritas daerah. “Jika program desa tematik, maka kontribusinya terhadap program daerah akan semakin kuat,” ucapnya.
Dalam forum itu, Syarwani mengungkapkan telah dilakukan penandatanganan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).
“Kami telah menandatangani kerja sama dengan IPB untuk Program Tani Center yang akan dijadikan pilot project di Desa Long Buang, melibatkan desa-desa di Kecamatan Peso, serta menyiapkan tiga orang peserta program,” jelasnya.
Syarwani mengajak seluruh pemerintah untuk aktif berkolaborasi lintas sektor. Kades harus mampu melihat potensi desanya dan aktif berkoordinasi dengan perangkat daerah agar sejalan dengan Asta Cita Presiden dan program daerah.
Ia juga berharap hubungan antar pemerintah desa, BPD, dan lembaga kemasyarakatan desa semakin harmonis.
“Sinergi yang baik akan mempercepat pembangunan desa,” bebernya.
Sementara itu, Kepala DPMD Bulungan Sigit Raharjo menjelaskan bahwa kegiatan ini berpijak pada Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa.
“Undang-undang ini memperkuat struktur pemerintahan desa dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” ujarnya.
Menurut Sigit, desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Melalui sinergisitas pembangunan daerah dan desa, pemerataan pembangunan dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
"Kami menyelenggarakan bimtek ini untuk memperkuat pemerintah desa dan BPD, meningkatkan peran lembaga kemasyarakatan serta mendorong pembangunan desa yang unggul dan berdaulat," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim