Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Hari Nusantara 2025, Nelayan Bulungan Diminta Hentikan Alat Tangkap Merusak

Fijai RT • Senin, 8 Desember 2025 | 17:57 WIB

 

NELAYAN : Aktivitas kapal nelayan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan
NELAYAN : Aktivitas kapal nelayan saat melakukan aktivitas penangkapan ikan

TANJUNG SELOR - Bupati Bulungan Syarwani mengajak seluruh nelayan dan masyarakat pesisir semakin peduli terhadap kelestarian biota laut. Seruan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Nusantara 2025, Senin (8/12).

Kepada Radar Kaltara, Syarwani mengatakan, peringatan Hari Nusantara ini menjadi momentum pengingat bahwa laut tidak hanya menjadi ruang ekonomi, tetapi juga rumah bagi ekosistem yang harus dijaga keberlanjutannya.

“Hari Nusantara mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah negara maritim. Di Bulungan, laut adalah sumber kehidupan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (8/12).

Ia menegaskan, keberlangsungan sektor perikanan tidak akan terlepas dari kondisi ekosistem laut yang sehat dan lestari.

Karena itu, ia mengajak para nelayan dan masyarakat pesisir untuk terus menjaga biota laut, menghentikan praktik penangkapan yang merusak dan memastikan keberlanjutannya untuk generasi ke depan.

"Kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem laut, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat," ungkapnya.

"Mulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah ke laut, menggunakan alat tangkap ramah lingkungan hingga berani melaporkan aktivitas ilegal yang merusak terumbu karang dan habitat ikan,” sambungnya.

Ia menekankan bahwa praktik penangkapan ikan yang merusak justru akan berdampak langsung pada nelayan itu sendiri dalam jangka panjang.

“Kalau laut rusak, yang paling terdampak adalah nelayan. Hasil tangkapan menurun dan biaya melaut makin tinggi,” katanya.

Syarwani juga mengingatkan nelayan agar mematuhi aturan yang berlaku dan menghindari penggunaan alat tangkap yang dilarang. “

Saya berharap jangan sampai ada nelayan di Bulungan yang tersangkut masalah hukum hanya karena menggunakan alat tangkap yang dilarang,” harapnya.

Menurutnya, pemerintah terus berkomitmen mendukung nelayan melalui pembinaan, pengawasan, serta program perikanan berkelanjutan, agar kesejahteraan nelayan dapat sejalan dengan pelestarian lingkungan.

“Kita ingin laut tetap lestari, nelayan sejahtera dan Bulungan berkontribusi menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#Hari Nusantara #kaltara #alat tangkap merusak #2025 #nelayan #bulungan