Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cegah Penyakit Kaki Gajah, Dinkes Bulungan Sisir Dua Desa

Fijai RT • Senin, 8 Desember 2025 | 15:10 WIB
ANTISIPASI : Petugas Dinkes Bulungan melakukan skrining SDJ Filariasis
ANTISIPASI : Petugas Dinkes Bulungan melakukan skrining SDJ Filariasis

TANJUNG SELOR – Upaya eliminasi penyakit kaki gajah terus diperkuat. Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan melaksanakan skrining massal Survei Darah Jari (SDJ) Filariasis secara door to door di dua desa, yakni Teras Baru dan Bumi Rahayu.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari kajian status endemisitas Filariasis, dengan target masing-masing 300 sampel di setiap desa dan melibatkan warga dengan rentang usia 2 hingga 70 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan, H Imam Sujono mengatakan, petugas kesehatan mendatangi rumah warga pada malam hari hingga menjelang subuh, waktu yang dianggap paling optimal untuk mendeteksi parasit penyebab Filariasis.

“Pemeriksaan dilakukan pada malam hari karena pada waktu inilah mikrofilaria aktif di pembuluh darah, sehingga hasil pemeriksaan bisa lebih akurat,” kata Imam kepada Radar Kaltara, Senin (8/12).

Pelaksanaan survei ini melibatkan tenaga kesehatan terlatih yang mengambil sampel darah melalui ujung jari warga, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keamanan medis.

Menurutnya, kegiatan SDJ Filariasis ini memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini potensi penularan serta menentukan status endemisitas wilayah.

“Hasil dari survei ini akan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah lanjutan program eliminasi Filariasis di daerah,” ungkapnya.

Filariasis atau penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui gigitan nyamuk.

"Penyakit ini berisiko menyebabkan kecacatan permanen jika tidak dicegah sejak dini," jelasnya.

Dinkes Bulungan menegaskan keberhasilan program eliminasi Filariasis sangat bergantung pada dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya dalam mengikuti pemeriksaan dan program kesehatan yang dijalankan pemerintah.

“Kami mengharapkan keterlibatan masyarakat agar bersama-sama kita bisa mewujudkan wilayah yang bebas dari Filariasis,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #cegah penyakit #kaki gajah #dinkes #dua desa #bulungan