TANJUNG SELOR – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 hingga awal 2026, Bupati Bulungan Syarwani menerbitkan Surat Edaran Nomor 300.2.3/593/BPBD.I tentang Kesiapsiagaan Menghadapi Cuaca Ekstrem.
Edaran yang ditandatangani pada 1 Desember 2025 itu ditujukan kepada seluruh perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa (kades) hingga masyarakat.
Dalam edaran itu, Bupati Syarwani menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor : 300.2.8/9333/SJ tertanggal 18 November 2025 serta Keputusan Gubernur Kaltara Nomor : 100.3.3.1/325/2025 tentang Status Siaga Darurat bencana Hidrometeorologi dan Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2025.
“Surat edaran ini sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan meningkat pada akhir tahun hingga awal tahun depan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (8/12).
Dalam edaran itu, terdapat beberapa poin penting yang harus menjadi perhatian. Pertama, BPBD Bulungan diminta melakukan pemantauan aktif secara berkala melalui Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) serta melakukan inventarisasi personel, peralatan dan logistik kebencanaan.
“Pemantauan dan pelaporan harus dilakukan secara rutin guna memastikan kesiapan sumber daya kebencanaan,” ungkapnya.
Kedua, apabila terjadi bencana, seluruh unsur diminta segera melakukan penanganan cepat, pendataan korban serta memastikan ketersediaan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak.
Ketiga, seluruh pihak diminta memperhatikan informasi dan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG.
"Keempat meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi kebencanaan, terutama di wilayah rawan bencana," ujarnya.
Edaran tersebut juga ditujukan kepada para camat, lurah, kades agar meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing dengan melibatkan peran aktif masyarakat. Masyarakat diminta segera melaporkan setiap kejadian bencana kepada BPBD untuk penanganan cepat.
"Saya meminta seluruh OPD dan instansi terkait berkoordinasi mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi yang dikoordinir BPBD dengan melibatkan TNI/Polri," bebernya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Juwata Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi mengungkapkan, Kaltara berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat akibat dampak tidak langsung Bibit Siklon Tropis 93W yang terdeteksi di perairan Filipina.
“Meskipun bibit siklon ini tidak berada di wilayah Indonesia, dampaknya tetap perlu diwaspadai karena memengaruhi pola cuaca di Kalimantan Utara,” jelasnya.
BMKG memprakirakan, dalam Desember potensi hujan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi di sebagian wilayah di Kaltara.
“Curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir, genangan dan tanah longsor, khususnya di daerah rawan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim