TANJUNG SELOR - Dewan Presidium Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Tanjung Selor menyambut baik kehadiran kelompok masyarakat, aliansi dan gerakan pemuda Kaltara yang memberikan dukungan terhadap percepatan pembentukan DOB Kota Tanjung Selor.
Ini disampaikan Ketua Dewan Presidium DOB Kota Tanjung Selor, H. Achmad Djufrie SE., MM kepada Radar Tarakan saat ditemui usai membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2025 Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kalimantan Utara (Kaltara) di Tanjung Selor pekan lalu.
"Kita senang sekali melihat perhatian dari masyarakat Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan untuk mendorong percepatan pemekaran wilayah dalam rangka membentuk Kota Tanjung Selor," ujar Achmad Djufrie.
Achmad Djufrie menegaskan, pihaknya dari Dewan Presidium induk yang memotori sejak awal rencana pemekaran wilayah untuk membentuk DOB Kota Tanjung Selor, sangat berterima kasih dengan adanya tim percepatan yang muncul dari beberapa kelompok belakangan ini.
Ini sudah sesuai dengan harapan Dewan Presidium untuk mengajak seluruh element masyarakat ikut peduli dengan pemekaran DOB Kota Tanjung Selor ini.
"Saat ini kan saya liat di media sudah ada dari KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kaltara, dari DAD (Dewan Adat Dayak) dan dari aliansi. Di sini tujuan kita sama, yaitu mendorong percepatan DOB Kota Tanjung Selor," tuturnya.
Dengan kehadiran sejumlah kelompok ini, artinya masyarakat sudah mulai sadar terkait pentingnya Ibu Kota Provinsi Kaltara yang saat ini masih kecamatan untuk naik status menjadi kota.
Sudah lebih 10 tahun pihaknya dari Dewan Presidium teriak dan mengajak semua element masyarakat, pejabat daerah, hingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk bersama-sama berjuang.
"Nah ini baru ada muncul lagu gerakannya yang sudah lama tidur. Alhamdulilah semoga berjalan baik bisa membantu mempercepat terealisasinya DOB Kota Tanjung selor," tuturnya.
Pria yang juga Ketua DPRD Kaltara ini menegaskan, sejak awal dirinya memimpin Dewan Presidium ini, ia sudah meminta dukungan dari seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendorong pembentukan DOB Kota Tanjung Selor.
"Meskipun dukungan ini agak terlambat, tapi saya sangat berterima kasih bahwa ada teman-teman yang sudah peduli untuk membentuk tim percepatan. Itu tadi ada tiga. Ini sangat bagus dan saya sangat mendukung sekali agar Kota Tanjung Selor ini dapat segera terbentuk," bebernya.
Saat ini ada 341 usulan pembentukan DOB se-Indonesia. Dari jumlah ini, usulan DOB Kota Tanjung Selor masuk dalam urutan 128 dalam daftar yang ada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) maupun di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
"Artinya peluang kita ada. Hanya saja syarat teknis kita belum siap. Karena sejauh ini kita baru ada satu kecamatan. Masih kurang 3 kecamatan lagi untuk memenuhi syarat administrasi membentuk sebuah kota yang minimal 4 kecamatan," jelasnya.
Oleh karena itu, ia meminta tim percepatan yang dibentuk oleh beberapa kelompok ini dapat bersama-sama berjuang meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan memekarkan Tanjung Selor ini menjadi 4 kecamatan.
"Jangan pelit memekarkan, kalau soal anggaran insha Allah kita akan cari bersama. Artinya secara administrasi maupun secara teknis kita harus lengkap dulu agar kita bisa mendapat peluang untuk dimekarkan," pungkasnya. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim