TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan tengah memetakan aparatur sipil negara (ASN) yang belum memenuhi standar kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1). Berdasarkan pendataan awal, tercatat 277 ASN masih berijazah SMA.
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, peningkatan kualifikasi pendidikan ASN menjadi bagian dari agenda reformasi birokrasi daerah.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Sekda dan menginstruksikan Kepala BKPSDM Bulungan untuk melakukan pemetaan terhadap ASN yang belum berstatus minimal sarjana S1,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (1/12).
Ia menjelaskan bahwa pendataan masih berlangsung dan kemungkinan jumlah ASN non S1 bertambah. “Dari data awal ada 277 ASN yang masih menggunakan ijazah SMA. Jumlah itu akan bertambah karena pendataan masih berjalan,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan ASN sangat penting, terutama bagi tenaga teknis dan tenaga kesehatan.
“Banyak tenaga kesehatan, seperti bidan dan perawat, yang belum berpendidikan D4 atau S1. Masih ada yang menggunakan Diploma 3 dan itu harus kita upgrade,” tegasnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemda Bulungan menyiapkan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) bekerja sama dengan salah satu universitas di Kaltara.
Program ini dirancang berlangsung selama empat semester atau sekitar dua tahun.Pembiayaan program akan ditanggung oleh APBD Bulungan, khusus untuk komponen SPP.
“Supaya ada tanggung jawab bersama. Kalau semua dibiayai APBD, nanti banyak yang main-main. Tetapi kalau ada uang pribadi yang keluar, saya yakin kesempatan itu tidak akan disia-siakan,” jelasnya.
Meski demikian, ASN yang mendekati masa purna tugas tidak akan diikutkan. “ASN yang tinggal satu sampai dua tahun lagi pensiun tidak akan masuk dalam program ini,” tambahnya.
Syarwani menyebut program peningkatan pendidikan ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Bulungan dalam memperkuat profesionalisme ASN sekaligus menjadi penghargaan bagi Korpri.
“Mudah-mudahan ini bisa kita laksanakan pada 2026 sebagai kado atau penghargaan untuk Korpri Bulungan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim