Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Digitalisasi Dievaluasi, Bupati Bulungan Syarwani Minta OPD Tinggalkan Transaksi Konvensional

Fijai RT • Kamis, 27 November 2025 | 14:51 WIB
BERI ARAHAN : Bupati Bulungan memberikan arahan dalam pelaksanaan HLM TP2DD Bulungan
BERI ARAHAN : Bupati Bulungan memberikan arahan dalam pelaksanaan HLM TP2DD Bulungan

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan gelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Semester II . Pertemuan menjadi bagian dari evaluasi tahunan penerapan digitalisasi di daerah.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, HLM TP2DD menjadi momentum penting untuk memastikan transformasi digital berjalan sesuai target. “HLM TP2DD Semester II ini bagian dari evaluasi tahunan yang kita laksanakan untuk mengukur sejauh mana capaian kegiatan digitalisasi daerah yang telah kita jalankan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (27/11).

Ia menekankan bahwa Pemda Bulungan memegang peran strategis dalam akselerasi digitalisasi. “Pemda Bulungan merupakan operator sekaligus regulator utama dalam melaksanakan dan mengimplementasikan digitalisasi di daerah, khususnya terkait transaksi keuangan pada 2025,” jelasnya.

Transaksi volume QRIS di Kabupaten Bulungan pada periode Januari hingga September 2025 mencapai 3,27 juta transaksi atau sebesar 471 ribu transaksi pada bulan September 2025.

“Artinya, 47.000 transaksi itu terjadi di wilayah Bulungan. Tetapi kalau melihat jumlah penduduk, saya yakin angkanya mestinya lebih besar dari itu,” ujarnya.

Ia menilai masih tingginya penggunaan transaksi konvensional sebagai tantangan yang harus segera diatasi. “Ini menjadi PR karena masih ada transaksi konvensional. Saya mendorong semua OPD menerapkan sistem non-tunai secara bertahap dan konsisten,” tegasnya.

Syarwani menegaskan bahwa transformasi digital merupakan pondasi utama dalam tata kelola pemerintahan modern.

“Seperti kita ketahui bersama, transformasi digital telah menjadi fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan modern dan peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus memperkuat kebijakan terkait digitalisasi keuangan daerah.

“Pemerintah pusat melalui berbagai kebijakan strategis mendorong digitalisasi, termasuk digitalisasi sistem pembayaran daerah melalui TP2DD, guna memperkuat efisiensi pengelolaan keuangan, transparansi dan peningkatan PAD,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemda Bulungan terus memacu integrasi digital di berbagai sektor. “Di Kabupaten Bulungan, upaya digitalisasi terus kita dorong, mulai dari penguatan sistem pembayaran digital di layanan publik, perluasan kanal transaksi non-tunai, implementasi QRIS di berbagai sektor termasuk UMKM dan retribusi, hingga integrasi data dan sistem informasi di lingkungan pemerintah daerah,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #opd #Konvensional #bupati #tanjung selor