TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus memperkuat modernisasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi geospasial, Selasa (18/11). Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan gelar Pelatihan Sistem Informasi Geospasial (GIS) yang bekerja sama dengan NGO Pionir.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan, Ir. Risdianto menyampaikan, penggunaan data spasial kini menjadi kebutuhan mendesak.
“Pemanfaatan GIS adalah keharusan dalam pembangunan modern. Data spasial menjadi fondasi bagi pengambilan keputusan yang akurat, terutama terkait optimalisasi sumber daya alam (SDA) dan sektor pertanian kita,” kata Risdianto.
Ia menambahkan, pelatihan ini memiliki relevansi langsung dengan program strategis Integrated Area Development (IAD) Bulungan.
“IAD membutuhkan data geospasial yang kuat untuk memetakan potensi lahan, memantau perubahan tata ruang, dan menentukan zonasi investasi secara tepat sasaran,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung selama beberapa hari ini menghadirkan materi teknis mulai dari pengumpulan data lokasi, pengolahan citra satelit hingga analisis spasial menggunakan perangkat lunak GIS.
Para peserta terdiri atas staf teknis Disperta dan pemangku kepentingan yang terkait langsung dengan perencanaan dan pembangunan wilayah. Perwakilan NGO Pionir telah menyampaikan komitmennya untuk mendukung peningkatan kapasitas SDM lokal.
“Mereka ingin memastikan bahwa aparatur Bulungan mampu mengolah data spasial secara mandiri, mulai dari membuat basis data geospasial hingga menyusun peta tematik untuk mendukung program IAD,” ungkapnya.
Disperta Bulungan menargetkan hasil pelatihan dapat langsung diterapkan dalam tugas sehari-hari, khususnya dalam meningkatkan kualitas perencanaan sektor pertanian.
“Dengan GIS, pemetaan komoditas strategis bisa dilakukan lebih akurat, sehingga arah kebijakan pembangunan akan lebih tepat sasaran,” bebernya.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis Pemkab Bulungan dalam menyiapkan pertanian presisi sekaligus memperkuat pembangunan berkelanjutan.
"Kita berharap keberadaan GIS dapat mempercepat transformasi tata kelola pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien dan berbasis data," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim