TANJUNG SELOR — Upaya mewujudkan pendidikan inklusif di Bulungan kembali diperkuat melalui implementasi Gerbang Bisa (Gerakan Membangun Bulungan Berbahasa Isyarat) yang digelar di Kecamatan Tanjung Palas Utara.
Langkah ini merupakan kolaborasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan bersama Yayasan Faqih Hasan Centre (FHC) dengan dukungan Tim Inovasi Australia.
Kepala Disdikbud Bulungan, Suparmin Setto menyampaikan bahwa program Gerbang Bisa merupakan terobosan penting dalam memastikan layanan pendidikan yang setara bagi seluruh peserta didik, termasuk murid tuli.
Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa isyarat di lingkungan sekolah akan membuka akses komunikasi yang lebih luas dan manusiawi.
“Bahasa isyarat ini memang tergolong baru bagi dunia pendidikan umum. Karena itu, antusiasme peserta menunjukkan bahwa masyarakat siap bergerak menuju pendidikan yang lebih inklusif,” kata Suparmin kepada Radar Kaltara, Rabu (19/11)
Sementara itu, perwakilan FHC, Yuni menyampaikan, kegiatan ini diikuti 65 peserta, terdiri atas kepala sekolah, guru, murid tuli, perwakilan Kantor Kemenag Bulungan, pengurus KKKS, MGMP serta orang tua siswa.
"Seluruh peserta mendapat Pelatihan Dasar Bahasa Isyarat yang dipandu langsung oleh tutor dari Yayasan FHC," ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa kehadiran Tim Inovasi Australia turut memperkuat proses implementasi Gerbang Bisa, terutama dalam pengembangan kapasitas guru dan tenaga pendidikan.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Program Gerbang Bisa adalah komitmen bersama, dan kita akan terus memperjuangkan lingkungan belajar yang benar-benar inklusif,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa peluncuran program ini juga mendapat dukungan penuh dari Bupati Bulungan beserta jajaran, sejalan dengan agenda besar daerah dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Masyarakat, terutama dunia pendidikan, merespons sangat baik program ini. Ini menjadi langkah awal untuk menciptakan Bulungan yang lebih ramah terhadap penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ke depan, Gerbang Bisa akan diperluas ke kecamatan lain, disertai rencana penguatan kompetensi guru serta integrasi bahasa isyarat dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah Bulungan.
"Dengan penguatan ini, Pemkab Bulungan berharap seluruh peserta didik tanpa kecuali dapat merasakan lingkungan pendidikan yang aman, ramah dan mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim