Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dorong Produktivitas, Disperta Bulungan Adopsi GAP Kakao dari Bantaeng

Fijai RT • Rabu, 19 November 2025 | 15:23 WIB

 

PENINJAUAN LAPANGAN : Kepala Disperta Bulungan meninjau kebun kakao di Bantaeng
PENINJAUAN LAPANGAN : Kepala Disperta Bulungan meninjau kebun kakao di Bantaeng

TANJUNG SELOR — Upaya meningkatkan produktivitas kakao di Kabupaten Bulungan terus dipercepat. Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Kunker ini dilakukan untuk mempelajari langsung keberhasilan pengembangan kakao di daerah tersebut. Studi banding ini berfokus pada adopsi teknologi, manajemen kelompok tani serta praktik budidaya berstandar internasional.

Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto menjelaskan, kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung bagaimana Bantaeng mampu membangun sistem budidaya kakao yang modern dan mandiri.

"Model seperti ini sangat relevan untuk diterapkan di Bulungan,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaktara, Rabu (19/11).

Menurutnya, ada sejumlah poin penting yang menjadi fokus, termasuk teknologi budidaya, penggunaan bibit unggul, penguatan kelembagaan kelompok tani hingga sistem pascapanen.
“Kami ingin mengadopsi pendekatan yang terbukti berhasil, mulai dari pemangkasan, pemupukan berimbang hingga penerapan GAP (Good Agricultural Practices),” ungkapnya.

Di Bantaeng, rombongan Disperta Bulungan meninjau langsung kebun kakao produktif dan unit pengolahan yang dikelola kelompok tani lokal. Kristiyanto menyebut kemandirian pengolahan menjadi salah satu aspek yang sangat menarik untuk ditiru.

“Petani Bantaeng sudah mampu mengelola kakao mulai dari kebun hingga produk siap jual. Ini membuktikan bahwa hilirisasi di tingkat kelompok tani sangat mungkin dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi kuat antar pemerintah dan petani menjadi kunci keberhasilan Bantaeng dalam mempertahankan kualitas dan nilai ekonomi kakao.

“Kolaborasi seperti ini akan kami dorong di Bulungan agar petani tidak hanya berperan sebagai produsen biji mentah, tetapi juga pelaku usaha pengolahan,” katanya.

Dengan transfer teknologi dan ilmu dari Bantaeng, Kristiyanto optimistis komoditas kakao dapat tumbuh menjadi salah satu sektor unggulan baru di Bulungan.

“Harapan kami, kakao mampu menjadi sumber peningkatan pendapatan petani, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #Disperta #gap kakao #bulungan #bantaeng