Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bulungan Genjot Digitalisasi Layanan Publik

Fijai RT • Senin, 17 November 2025 | 13:27 WIB

 

DIGITALISASI : Tampak aktivitas pembelian tiket speedboat di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor
DIGITALISASI : Tampak aktivitas pembelian tiket speedboat di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mendorong percepatan digitalisasi di berbagai sektor pelayanan publik. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani.

Kepada Radar Kaltara, Syarwani menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mutlak untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan dan kemudahan layanan bagi masyarakat.

“Ada beberapa layanan publik yang kami dorong berbasis digital, baik di bidang kesehatan maupun pendidikan,” kata Syarwani.

Ia menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan kementerian terkait, bukan hanya inisiatif daerah. “Memang itu menjadi semangat yang bukan hanya dari inisiatif daerah, tapi juga dari kementerian terkait,” ungkapnya.

Menurutnya, tuntutan digitalisasi semakin terasa terutama dalam layanan pendidikan seperti pendataan dapodik. “Dalam pengurusan dapodik itu sudah sangat dibutuhkan ketersediaan dan kemapanan aspek digitalisasi,” jelasnya.

Upaya ini turut diperkuat dengan dukungan Bank Indonesia (BI). Syarwani mengungkapkan bahwa banyak rekomendasi BI yang bisa langsung diimplementasikan, termasuk integrasi sistem pembayaran digital dalam layanan transportasi laut di Pelabuhan Kayan II.

“Tadi disampaikan oleh Kepala BI dan itu bisa dilakukan. Kita tinggal komunikasi dan koordinasi dengan pengelola, karena sudah ada badan hukumnya,” ungkapnya.

Ia menyebut rencana penjualan tiket speedboat ke depan akan diarahkan menuju sistem non-tunai. “Sehingga penjualan tiket speedboat di Pelabuhan Kayan II tidak lagi sepenuhnya menggunakan tunai. Tapi masih sangat bisa dimix,” terangnya.

Meski begitu, Pemkab tetap mempertimbangkan kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya memiliki akses perbankan. “Belum semua masyarakat kita punya rekening berbasis digital atau QRIS. Ini harus kita pola-up dulu,” katanya.

Syarwani menilai data dan paparan BI menjadi modal kuat untuk memperluas digitalisasi, termasuk dalam pengelolaan pelabuhan dan retribusi parkir.

“Itu sangat luar biasa untuk menjaga akuntabilitas dalam penyelenggaraan aspek kepelabuhanan, termasuk retribusi perparkiran. Bisa menggunakan cara konvensional, tunai, atau berbasis aplikasi,” ucapnya.

Pemkab Bulungan menargetkan seluruh layanan strategis dapat terhubung dalam sistem digital terpadu. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan semakin transparan, akuntabel dan efisien.
“Intinya, digitalisasi itu kebutuhan kita hari ini,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #digitalisasi #layanan publik #bulungan