TANJUNG SELOR – Komitmen mewujudkan daerah yang ramah dan inklusif bagi semua terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Bulungan.
Melalui program Gerbang BISA (Gerakan Membangun Bulungan Berbahasa Isyarat), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan langkah nyata dalam mendorong kesetaraan layanan pendidikan dan pelayanan publik.
Program Gerbang BISA resmi diluncurkan sebagai upaya jangka panjang yang bersifat moral dan sosial, bukan sekadar seremoni.
Baca Juga: TNI AD Tinjau Pertanian Terpusat dan TMAB di Bulungan
Gerakan ini menjadi pijakan awal untuk menghadirkan lingkungan yang lebih ramah, indah, dan setara bagi setiap warga, khususnya penyandang disabilitas.
Dalam sambutannya, Kepala Disdikbud Bulungan Suparmin menyebut Gerbang BISA merupakan bagian dari program super prioritas pemerintah daerah yang berorientasi pada Siap Pro-Ulansia dan Disabilitas.
Sasaran program ini meliputi pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik di semua jenjang, komunitas pemuda, ASN di bidang pelayanan, hingga masyarakat umum.
Baca Juga: Jaga Kondusivitas, Satpol PP dan PMK Bulungan Tingkatkan Kapasitas Satlinmas
Harapannya, seluruh elemen minimal mampu menggunakan bahasa isyarat dasar untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya berhenti pada retorika. Kami ingin mewujudkan program ini secara nyata,” tegas Suparmin.
Sebagai realisasi awal, Disdikbud akan menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi guru SD dan SMP di Kecamatan Tanjung Palas Utara pada 18–19 November 2025. Pelatihan perdana ini akan melibatkan 31 guru, 19 kepala sekolah, serta orang tua siswa.
Baca Juga: Cegah Penularan Penyakit Hewan-Manusia, Disperta Bulungan Aktifkan Puskeswan
Program ini digagas melalui kolaborasi dengan Yayasan Hasan Faqih Center (HFC) sebagai mitra pemerintah dalam pendampingan inklusi.
Peluncuran Gerbang BISA turut dihadiri Founder Yayasan HFC, Sumiati Mimi, yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan inklusi di Kalimantan Utara dan Ketua Yayasan HFC Hasanuddin.
Usai launching, Bupati Bulungan Syarwani juga sempat mempraktikkan langsung beberapa bentuk bahasa isyarat yang dibimbing oleh instruktur dari HFC, menandai komitmen serius pemerintah dalam menyebarluaskan komunikasi inklusif di masyarakat.
Baca Juga: Kawal KIHI, Bupati Syarwani: Warga Bulungan Jangan Hanya Jadi Penonton
Gerbang BISA pun diharapkan menjadi tonggak awal bagi Bulungan untuk menghadirkan layanan pendidikan dan pelayanan publik yang tidak hanya lebih ramah, tetapi juga benar-benar merangkul semua warga tanpa kecuali.(ana)