TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan mendorong regenerasi di sektor pertanian dengan melibatkan generasi muda atau petani milenial. Langkah ini untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan ekonomi pedesaan.
Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat Bilung mengatakan Pemda Bulungan akan memberikan pendampingan dan dukungan berkelanjutan bagi petani baru maupun petani milenial agar mampu berdaya saing dan produktif.
“Pemerintah daerah tidak hanya ingin memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga mempersiapkan generasi penerus yang mampu menjadi pelaku utama sektor pertanian daerah,” kata Kilat kepada Radar Kaltara, Rabu (12/11).
Menurutnya, dengan dukungan yang tepat, petani milenial akan menjadi kekuatan baru dalam menjaga ketahanan pangan dan kemakmuran daerah.
“Kalau diberi ruang dan dukungan yang memadai, petani baru dan petani milenial bisa menjadi kekuatan baru dalam menjaga ketahanan pangan dan kemakmuran Bulungan. Mereka bukan sekadar penerus, tetapi juga pembaru yang menanam masa depan Bulungan dengan semangat dan teknologi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selama ini Pemda Bulungan secara bertahap telah menyalurkan bantuan alat pertanian, bibit unggul serta sarana pendukung lainnya untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.
“Bantuan alat pertanian, bibit dan sarana produksi terus kita berikan secara bertahap. Tujuannya untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan, terutama bagi masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidup pada sektor ini,” bebernya.
Lebih lanjut, Kilat Bilung menilai bahwa keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian akan membawa inovasi baru yang lebih efisien, modern, dan berorientasi pada teknologi.
“Petani milenial membawa cara berpikir baru. Mereka lebih cepat beradaptasi dengan teknologi dan itu sangat penting dalam menghadapi tantangan pertanian modern,” katanya.
Ia berharap, sinergi antar pemda, kelompok tani dan generasi muda dapat terus ditingkatkan agar sektor pertanian di Bulungan semakin tangguh dan berdaya saing.
“Kami ingin membangun ekosistem pertanian yang kuat dan berkelanjutan. Regenerasi petani adalah langkah strategis untuk memastikan ketahanan pangan daerah tetap terjaga di masa depan,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim