TANJUNG SELOR — Pemkab Bulungan menaikkan anggaran Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (Take) Bulungan Hijau menjadi Rp 8 miliar pada 2026 mendatang. Jumlah itu naik dari alokasi tahun ini sebesar Rp 7 miliar.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, peningkatan anggaran ini merupakan bentuk keseriusan Pemda Bulungan dalam memperkuat program lingkungan yang memiliki arah dan tema jelas setiap tahunnya.
“Pemda Bulungan mengalokasikan Rp 8 miliar untuk program Bulungan Hijau pada 2026 mendatang. Naik dari tahun ini Rp 7 miliar,” kata Syarwani.
Ia menjelaskan, Bulungan Hijau ke depan akan lebih fokus pada isu tematik agar pelaksanaannya lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin ada tema khusus yang menjadi konsentrasi Pemda Bulungan setiap tahunnya. Tidak semua isu lingkungan kita eksekusi bersamaan. Ada tema prioritas yang wajib dilaksanakan oleh pemenang lomba Bulungan Hijau,” ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan komitmen Pemda Bulungan untuk memperkuat agenda keberlanjutan dan pembangunan hijau di tingkat lokal.
Ia menilai, langkah tersebut penting untuk menciptakan arah pembangunan yang lebih terukur dan selaras dengan kebutuhan daerah.
“Ini adalah komitmen kita dalam isu keberlanjutan dan pembangunan hijau yang nyata di Bulungan. Saya berharap program ini bisa menjadi ekosistem pembangunan baru yang terintegrasi antar sektor,” tegasnya.
Tak hanya soal pelestarian lingkungan, Syarwani menegaskan Bulungan Hijau juga harus mampu mendorong aktivitas ekonomi produktif masyarakat.
“Kita ingin, di samping menjaga lingkungan, juga ada kegiatan ekonomi produktif masyarakat yang berjalan paralel. Jadi, Bulungan Hijau tidak hanya bicara soal lingkungan, tetapi juga kesejahteraan,” bebernya.
Syarwani menambahkan, dengan pendekatan tersebut, Bulungan Hijau diharapkan mampu melahirkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan pembangunan hijau yang berkelanjutan.
“Kita ingin semua pihak terlibat aktif. Pemerintah menyiapkan regulasi dan dukungan anggaran, masyarakat menjaga lingkungan, dan dunia usaha ikut berperan dalam inovasi hijau,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim