TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga saat ini masih terus menjalankan program ‘dokter terbang’.
Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengatakan bahwa masih terus dijalankannya program ‘dokter terbang’ ini karena tingkat kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran dari layanan kesehatan ini masih sangat tinggi.
“Sampai saat ini sudah terlayani di 16 lokus dari target 20 lokus,” ujar Usman kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).
Usman menyampaikan, pada 13 November 2025 mendatang pihaknya akan ada melakukan pelayanan di Sebatik Utara, Nunukan. Ia mengaku optimistis bahwa pelayanan kesehatan melalui program ‘dokter terbang’ ini bisa melayani hingga akhir tahun.
Menurut Usman, target pelayanan yang masih belum terlaksana akan dimaksimalkan oleh pihaknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di wilayah provinsi ke-34 Indonesia ini yang benar-benar membutuhkan pelayanan kesehatan tersebut.
“Kita tetap layani. Mudah-mudahan dengan anggaran yang ada, semua bisa tetap terlayani,” tuturnya.
Adapun program ‘dokter terbang’ ini sudah dijalankan oleh Pemprov Kaltara sejak beberapa tahun lalu, dengan lokus sasaran pada daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) dari lima kabupaten/kota yang ada di Kaltara.
Untuk tahun 2025 ini, program ‘dokter terbang’ ini dialokasikan oleh Pemprov Kaltara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp 1,7 miliar.
Program ‘dokter terbang’ yang menurunkan dokter spesialis ke wilayah DTPK ini terus dijalani sebagai bentuk kebijakan dari Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang untuk memperhatikan persoalan kesehatan masyarakat di Kaltara. (iwk/har)
Editor : Azwar Halim