TANJUNG SELOR — Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah kembali membuahkan hasil. Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Lestari di Desa Tanjung Buka SP 9 sukses melakukan panen padi hasil program Optimasi Lahan (Oplah) seluas 84,5 hektare.
Ketua Gapoktan Maju Lestari, Agus Wahyudi, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen kali ini. “Alhamdulillah, panen tahun ini berjalan lancar. Program optimasi lahan benar-benar membantu kami meningkatkan hasil produksi padi,” kata Wahyudi di sela-sela kegiatan panen.
Menurut Agus, padi yang ditanam merupakan varietas Inpari 42 dan Mekongga, dua varietas unggul yang terbukti tahan terhadap hama dan adaptif terhadap kondisi lahan sawah di wilayah Bulungan. “Kami berharap hasil panen ini bisa menjadi motivasi bagi petani lainnya agar terus meningkatkan produktivitas,”ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto mengatakan, Oplah merupakan inisiatif pemerintah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang kurang produktif menjadi lebih efisien dan bernilai ekonomi tinggi.
Melalui program ini, petani dibantu dalam hal pengolahan lahan, penyediaan benih dan sarana pendukung pertanian. Panen ini juga menjadi komitmen Pemda Bulungan dalam mewujudkan kemandirian pangan daerah.
“Dengan luas lahan 84,5 hektare yang berhasil dipanen, kami optimistis produksi beras lokal Bulungan akan terus meningkat,”ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyuluh pertanian dan petani dalam menjaga keberlanjutan program ini. “Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, karena keberhasilan ini bukan hanya untuk petani, tapi untuk ketahanan pangan seluruh masyarakat Bulungan,” tegasnya.
Melalui keberhasilan panen ini, Tanjung Buka diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Bulungan dalam mengembangkan pertanian berbasis optimasi lahan. “Kami ingin membuktikan bahwa dengan semangat gotong royong dan bimbingan yang tepat, lahan marginal pun bisa menjadi sumber kemakmuran,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim