TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan menetapkan rencana pendapatan daerah 2026 sebesar Rp 1,58 triliun. Hal itu disampaikan dalam penyampaian Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2026.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, pendapatan daerah 2026 direncanakan sebesar Rp 1.585.217.932.140. Struktur pendapatan ini disusun secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah serta kebijakan transfer pemerintah pusat.
"Pendapatan daerah tersebut terdiri dari dua komponen utama, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer," kata Syarwani
Untuk PAD, Pemda Bulungan menargetkan Rp 234,37 miliar. Rinciannya meliputi pajak daerah sebesar Rp 113,06 miliar atau turun sekitar 17 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu, retribusi daerah ditargetkan sebesar Rp 22,25 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 13,01 miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp86,03 miliar.
“Penurunan pada sektor pajak daerah menjadi perhatian kami. Karena itu, kita dorong optimalisasi pemungutan pajak dan retribusi melalui digitalisasi layanan dan penguatan peran perangkat daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Pendapatan Transfer ditetapkan sebesar Rp1,35 triliun turun 17,99 persen dibanding tahun 2025 atau berkurang sekitar Rp 296,39 miliar.
Komponen terbesar berasal dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat senilai Rp 1,23 triliun, yang terdiri atas Dana Desa (DD) sebesar Rp61,80 miliar, Dana Bagi Hasil (DBH) sebesar Rp195,30 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp843,32 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp136,81 miliar.
“Meski terjadi penurunan pada DBH cukup signifikan hingga 72,5 persen, namun kita masih terbantu dengan peningkatan DAU yang naik 46,1 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Adapun Pendapatan Transfer Antar Daerah diperkirakan mencapai Rp 113,58 miliar, yang bersumber dari bagi hasil pendapatan Pemprov Kaltara.
Dari sisi belanja daerah, Syarwani menyebutkan jumlah yang direncanakan mencapai Rp 2,01 triliun, yang akan didistribusikan ke berbagai kelompok belanja pemerintah daerah, baik belanja operasional, belanja modal, maupun belanja transfer.
“Belanja daerah tetap diarahkan untuk mendukung pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik, peningkatan ekonomi, dan penguatan infrastruktur dasar,” tegasnya.
Dengan total pendapatan dan belanja tersebut, APBD Bulungan Tahun Anggaran 2026 masih mengalami defisit sebesar Rp 424,9 miliar.
“Defisit ini tetap kita kendalikan secara hati-hati. Pemerintah daerah akan berupaya menutup kekurangan tersebut melalui optimalisasi pendapatan dan efisiensi belanja,” ujarnya.
Meski menghadapi tantangan penurunan pendapatan transfer dan defisit anggaran, Pemda Bulungan tetap menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
"Fokus kebijakan fiskal diarahkan pada efisiensi, transparansi dan keberpihakan terhadap masyarakat. Dengan strategi keuangan yang terukur, Bupati Syarwani optimistis, Bulungan mampu mempertahankan tren pembangunan positif menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera," pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim