TANJUNG SELOR – Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat laju inflasi tahunan (yoy) pada Oktober 2025 sebesar 2,50 persen. Angka ini menunjukkan kondisi harga yang relatif terkendali dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran utama, meskipun secara umum harga komoditas mengalami penurunan dibanding September 2025.
“Perkembangan harga berbagai komoditas pada Oktober 2025 secara umum menunjukkan adanya penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Namun secara tahunan masih tercatat inflasi sebesar 2,50 persen,” kata Yuda.
Berdasarkan hasil pemantauan, Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 104,78 pada Oktober 2024 menjadi 107,40 pada Oktober 2025. Sementara tingkat inflasi mtm tercatat -0,02 persen dan ytd sebesar 2,11 persen.
“Artinya, harga secara bulanan sedikit menurun, tetapi secara tahunan masih terjadi peningkatan,” ungkapnya.
Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks paling tinggi antar lain kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 9,13 persen, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,21 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 1,77 persen.
"Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 1,60 persen, pendidikan sebesar 0,90 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,85 persen, serta pakaian dan alas kaki sebesar 0,22 persen," bebernya.
“Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok perumahan dan utilitas rumah tangga, terutama karena tarif air minum dan bahan bakar rumah tangga,”
sambungnya.
Sementara itu, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks atau memberi andil deflasi antara lain perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga turun 3,61 persen, transportasi turun 2,25 persen, rekreasi, olahraga dan budaya turun 1,22 persen, serta informasi, komunikasi dan jasa keuangan turun 0,18 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yoy antara lain tarif air minum PAM, emas perhiasan, ikan bandeng, sewa rumah, tomat, kopi bubuk, bawang merah, minyak goreng dan rokok kretek," bebernya.
Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi di antarnya angkutan udara, daging ayam ras, bawang putih, kangkung, jagung manis, dan sabun detergen bubuk.
“Secara umum, komoditas yang bersifat rumah tangga dan konsumsi dasar memberi andil inflasi, sementara sektor transportasi dan bahan pangan segar justru menahan laju inflasi,” katanya.
Untuk inflasi bulanan mtm, beberapa komoditas seperti emas perhiasan, ikan bandeng, beras, cabai rawit dan telur ayam ras menjadi penyumbang kenaikan harga. Sebaliknya, bawang merah, tomat, daging ayam ras, dan sayuran hijau menjadi penahan inflasi bulanan.
"Dengan inflasi tahunan yang masih di kisaran 2,5 persen, BPS menilai kondisi harga di Bulungan masih terkendali dan dalam batas aman," ujarnya.
Meski begitu, Pemda diimbau terus memantau harga bahan pokok menjelang akhir tahun guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama pada sektor pangan dan energi rumah tangga.
“Kestabilan harga harus tetap dijaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi tidak melonjak di akhir tahun,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim