TANJUNG SELOR — Sebuah langkah bersejarah kembali ditorehkan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Melalui kerja nyata dan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kaltara dan Yayasan Faqih Hasan Centre (FHC), provinsi termuda di Indonesia ini berhasil meraih Anugerah Prakarsa Inklusi dari Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia (KND-RI).
Penghargaan prestisius ini menobatkan Kaltara sebagai provinsi pertama di regional Kalimantan yang dinilai layak dan konsisten dalam menerapkan program inklusi bagi penyandang disabilitas.
Baca Juga: RSD Siapkan Cathlab, Pasien Jantung di Bulungan Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah
Gubernur Kalimantan Utara, H. Zainal Arifin Paliwang, menerima langsung penghargaan tersebut pada momentum HUT ke-13 Provinsi Kaltara, di Lapangan Agatis, Tanjung Selor, Sabtu (25/10/2025).
Pencapaian ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat saling bergandengan tangan mewujudkan provinsi yang ramah dan setara bagi penyandang disabilitas.
Salah satu aktor penting di balik capaian ini adalah Faqih Hasan Centre (FHC) — yayasan yang selama lebih dari tiga tahun konsisten mendampingi penyandang disabilitas di Kaltara.
Baca Juga: Pemkab Bulungan Pacu Infrastruktur untuk Ketahanan Pangan dan Konektivitas Bulungan
Atas kiprahnya, pemerintah secara resmi menunjuk FHC sebagai organisasi pendamping disabilitas..
Ketua FHC, Hasanuddin, menyambut penunjukan itu dengan penuh rasa syukur.
“Ini bukan hanya keberhasilan FHC, tapi kemenangan seluruh masyarakat Kaltara. Tanpa SK pun kami sudah lama bekerja di lapangan. SK ini hanya menguatkan bahwa perjuangan kami diakui,” ujarnya dengan haru.
Baca Juga: Disperta Bulungan Perkuat Layanan Puskeswan, Cegah Penyakit Zoonosis di Masyarakat
Ia menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan hasil perjuangan panjang. FHC terlibat aktif sejak tahap pengajuan, melengkapi administrasi, hingga dua kali pleno penilaian di hadapan sembilan komisioner KND-RI.
“Jadi ini bukan hadiah, tapi buah dari kerja keras dan komitmen bersama,” tegasnya.
Hasanuddin berharap penghargaan ini menjadi semangat baru bagi semua pihak untuk terus memperjuangkan kesetaraan dan menghormati keberagaman.
Baca Juga: Polda Kaltara Kaji Pembentukan Polsek Kota Tanjung Selor
“Semoga ini menjadi inspirasi, bahwa inklusi bukan sekadar program, tetapi wujud kasih dan kemanusiaan,” ujarnya.
Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Kaltara melalui berbagai OPD yang aktif mendorong program pemberdayaan disabilitas, pelatihan keterampilan, hingga penguatan akses layanan publik yang ramah bagi semua.(ana)