Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pemkab Bulungan Kucurkan 18,5 Miliar untuk Pengusaha UMKM

Fijai RT • Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:16 WIB
PRODUK UMKM : Bupati Bulungan didampingi Sekda Bulungan meninjau stand UMKM di Bulungan
PRODUK UMKM : Bupati Bulungan didampingi Sekda Bulungan meninjau stand UMKM di Bulungan

TANJUNG SELOR – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bulungan terus menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam tiga tahun terakhir.

Berdasarkan data Pemkab Bulungan, jumlah pengusaha UMKM meningkat dari 8.779 unit pada 2021 menjadi 10.696 unit pada 2024.

Bupati Bulungan, Syarwani menjelaskan, peningkatan signifikan ini tidak lepas dari upaya pemerintah dalam memberikan kemudahan perizinan usaha.

“Jumlah pengusaha UMKM di Bulungan meningkat dari 8.779 pada 2021 menjadi 10.696 pada 2024. Peningkatan ini terjadi karena kami memberikan kemudahan dalam perizinan, khususnya terkait pangan industri rumah tangga (PIRT) dan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara elektronik,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (24/10).

Menurutnya, kemudahan tersebut diharapkan mampu mendorong semangat wirausaha masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

“Kita berharap pertumbuhan ini terus berlanjut dan membawa manfaat bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bulungan,”ungkapnya.

Untuk memperkuat daya saing UMKM, Pemda Bulungan juga meluncurkan berbagai kebijakan strategis, termasuk program Kredit Mesra sebagai salah satu program prioritas daerah.

“Kita memiliki komitmen dan memberikan dukungan penuh bagi para pengusaha UMKM melalui berbagai program dan kebijakan. Salah satunya melalui Kredit Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) yang memastikan dukungan permodalan difasilitasi oleh pemerintah dengan bunga kompetitif dan subsidi dari APBD Bulungan,” bebernya.

Dijelaskan, Kredit Mesra merupakan fasilitas pinjaman tanpa agunan dengan subsidi ganda, disalurkan melalui PT BPR Bank Bulungan. Program ini menyasar pelaku usaha kecil, kelompok tani dan nelayan yang kesulitan mengakses kredit konvensional.

“Dari tahun 2023 sampai Agustus 2025, hampir Rp 18,5 miliar telah dikucurkan. Jumlah penerima manfaatnya mencapai sekitar 18 ribu pengusaha UMKM, kelompok tani dan nelayan,” jelasnya.

Selain permodalan, Pemda Bulungan juga berkomitmen memperluas ruang promosi dan pemasaran bagi produk lokal. Salah satunya melalui peresmian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bulungan sebagai wadah bagi pelaku usaha kreatif dan perajin daerah.

“Kami juga telah meresmikan Dekranasda sebagai wadah kerajinan lokal Kabupaten Bulungan. Ini menjadi sarana penting untuk menampilkan potensi dan karya pengrajin kita,” ungkapnya.

Pemda Bulungan turut menyediakan berbagai ruang promosi gratis untuk UMKM, seperti Tebuk Kayan setiap hari Minggu, ruang UMKM di Tepian Sungai Kayan hingga area publik lainnya.

“Pemerintah juga menyiapkan banyak ruang bagi para pengusaha UMKM dan hingga kini tidak ada sepeser pun retribusi yang kami pungut dari mereka,” tegasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Syarwani menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan UMKM Bulungan mampu tumbuh berkelanjutan, berdaya saing, dan menjadi pilar utama ekonomi rakyat.

“Kita ingin pengusaha UMKM di Bulungan terus naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tangguh,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #pemkab #bulungan #Pengusaha UMKM