TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mencatat capaian menggembirakan dalam kinerja pembangunan ekonomi dan sosial.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bulungan terus menunjukkan tren penurunan signifikan dalam tiga tahun terakhir.
Bupati Bulungan, Syarwani mengungkapkan, tingkat kemiskinan daerahnya menurun dari 10,03 persen pada 2021, menjadi 9,32 persen di 2022, kemudian 8,99 persen pada 2023 dan turun lagi menjadi 8,76 persen pada 2024.
“Seiring dengan pemulihan kinerja ekonomi, persentase kemiskinan di Kabupaten Bulungan terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” kata Syarwani.
Dari sisi jumlah, lanjutnya, penduduk miskin juga berkurang signifikan. Tahun 2021 tercatat sekitar 13.048 jiwa, turun menjadi 12.581 jiwa pada 2022 dan kembali menurun menjadi 12.190 jiwa pada 2023.
“Pada 2024, jumlah penduduk miskin di Bulungan menurun lagi menjadi 11.095 jiwa. Bahkan, tingkat kemiskinan ekstrem berhasil kita hapus hingga mencapai 0 persen pada 2023,” tegasnya.
Selain menekan kemiskinan, Pemda Bulungan juga berhasil menjaga kestabilan harga. Berdasarkan catatan inflasi daerah, laju kenaikan harga barang dan jasa terpantau terkendali di angka 2,74 persen year on year (yoy) dengan inflasi tahun berjalan mencapai 2,13 persen.
“Harga-harga di Bulungan relatif stabil. Kondisi ini berkat pengawasan distribusi pangan dan sinergi lintas sektor dalam menjaga ketahanan harga,” jelasnya.
Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Bulungan juga menunjukkan tren positif dengan capaian 3,92 persen pada 2024. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 73,20 pada 2023 menjadi 73,83 pada 2024.
“Kenaikan IPM ini menunjukkan bahwa pelayanan publik dan perhatian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin membaik,” katanya.
Syarwani menambahkan, tingkat pengangguran terbuka juga terus menurun dari 4,54 persen pada 2021 menjadi 4,33 persen pada 2024.
“Salah satu strategi untuk menekan pengangguran adalah melalui pelatihan kerja, job fair, dan beasiswa pendidikan vokasi, termasuk pelatihan bahasa Mandarin yang kami fasilitasi,” paparnya.
Tak hanya itu, indikator indeks kebahagiaan masyarakat Bulungan kini menempati posisi tertinggi di wilayah Kalimantan Utara. Bahkan, indeks kebahagiaan Provinsi Kaltara secara nasional berada di peringkat kedua tertinggi.
“Data ini menunjukkan bahwa arah pembangunan yang kami jalankan bukan hanya menekan kemiskinan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim