Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pengrajin Batik se-Kaltara Ikuti Pelatihan di Tanjung Palas

Taslee • Kamis, 23 Oktober 2025 | 11:28 WIB


ARAHAN : Ketua Dekranasda Kaltara memberi arahan dihadapan puluhan pengrajin batin se-Kaltara. (Taslee/Radar Tarakan)
ARAHAN : Ketua Dekranasda Kaltara memberi arahan dihadapan puluhan pengrajin batin se-Kaltara. (Taslee/Radar Tarakan)

TANJUNG SELOR-Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, SH membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Membatik Tingkat Lanjutan Penguatan Teknik Warna Alam di Rumah Kemasan Diperindagkop dan UKM Kaltara di Jl Poros Tanjung Selor – Malinau di Tanjung Palas pada Rabu (22/10/2025).

Kegiatan turut dihadiri Ketua Dekranasda Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani. Kedua tokoh wanita tersebut hadir di tengah-tengah puluhan pengrajin batik dari berbagai daerah.

Bimtek diikuti para pengrajin batik dari kabupaten kota se-Kaltara dan berlangsung selama 5 hari pada 22 – 27 Oktober 2025. Menghadirkan narasumber dari Balai Besar Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajian dan Batik Jogjakarta.

Hj. Rahmawati menjelaskan, setelah menguasai teknik dasar, para pengrajin batik di Kaltara dilatih mendalami teknik pewarnaan yang lebih kompleks menggunakan bahan-bahan alami, menciptakan variasi warna dan gradasi unik yang tidak bisa dihasilkan oleh pewarna kimia.

Pelatihan ini juga untuk memahami filosofi dan nilai seni yang terkandung dalam setiap motif dan perpaduan warna alam, meningkatkan kualitas produk batik yang tidak hanya indah secara visual tapi juga ramah lingkungan dan bernilai tinggi.

”Saya berharap, melalui pelatihan ini semua peserta dapat mengembangkan kreatifitas dalam menciptakan motif dan komposisi warna yang original,” pesannya.

Peserta kemudian diharapkan mampu berinovasi untuk menghasilkan produk batik yang kompetitif di pasar lokal maupun internasional. Serta menjadi agen pelestarian budaya, menularkan ilmu yang didapat kepada generasi muda dan menginspirasi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sri Nurhandayani menyampaikan harapan agar pengrajin batik khususnya di Bulungan, dapat terus mengembangkan kemampuan membatik mereka dan menghasilkan batik-batik lokal yang memiliki nilai ekonomi.

"Pengrajin batik lokal perlu mendapatkan upgrade kemampuan mereka dalam membatik. Ini juga salah satu bentuk pelestarian budaya khususnya batik lokal," ucap Sri Nurhandayani. (dra/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #ukm #dekranasda #bimtek #bulungan