TANJUNG SELOR – Tradisi olahraga rakyat kembali menghidupkan semangat HUT ke 235 Tanjung Selor dan HUT ke 65 Bulungan di Kebun Raya Bundayati, Bulungan.
Bupati Bulungan Syarwani menegaskan bahwa kegiatan olahraga tradisional bukan sekadar perlombaan, melainkan simbol jati diri dan identitas budaya masyarakat Bulungan.
“Syukuran Hari Jadi Bulungan dan Tanjung Selor ini menjadi momentum penting untuk mengenang dan menumbuhkan kembali nilai-nilai budaya serta tradisi yang diwariskan oleh para leluhur,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (16/10).
Menurutnya, setiap peringatan hari jadi daerah harus menjadi wadah pelestarian kearifan lokal. Tradisi seperti Menyumpit dan Gasing bukan hanya hiburan rakyat, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan kebanggaan daerah.
“Melalui kegiatan ini, kita mengenalkan sekaligus mengajak generasi muda, khususnya anak-anak kita, untuk mengenal dan melestarikan warisan budaya daerah yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.
Ia berharap, kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan agar generasi muda Bulungan tidak kehilangan akar budayanya.
“Tradisi ini harus tetap hidup dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bulungan sepanjang masa,” pungkasnya. (jai/har)