Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lima Warga Tana Tidung Ditemukan Menderita Penyakit Kaki Gajah ‎

Sopian Hadi • Rabu, 15 Oktober 2025 | 14:35 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

TANA TIDUNG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Tidung, H. M. Sarif, mengungkapkan bahwa lima warga terdeteksi menderita penyakit kaki gajah (filariasis) berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada 2024 lalu.

‎‎“Dari 806 sampel yang diambil oleh Kementerian Kesehatan, terdeteksi lima warga positif filariasis,” ujar Sarif.

Dari lima warga tersebut, dua di antaranya merupakan pendatang dari Pulau Jawa yang datang ke Tana Tidung dalam program transmigrasi.

“Warga transmigran ini sebenarnya sudah mengetahui bahwa mereka mengidap kaki gajah sebelum datang ke Tana Tidung. Namun, saat itu (di Jawa) belum dilakukan pengobatan, sehingga saat diperiksa di sini baru kembali terdeteksi,” jelasnya.

Sarif menambahkan, kelima penderita yang dinyatakan positif sudah menjalani pengobatan selama 12 hari. Dinas Kesehatan juga telah mengajukan permohonan kepada Kemenkes untuk melakukan pemeriksaan sampel ulang, namun hal itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Berdasarkan petunjuk teknis, pemeriksaan ulang baru bisa dilakukan setelah satu hingga dua tahun, jadi paling cepat tahun 2026 atau 2027,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sarif menjelaskan bahwa temuan lima kasus ini membuat pihaknya mengintensifkan pelaksanaan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis agar tidak terjadi penularan.

"Sebenarnya kalau yang ditemukan hanya empat tidak dilakukan POMP, karena ada tambahan dua dari luar, maka dilakukan POMP," ujarnya.

‎“Walaupun hanya lima kasus, tetap harus diwaspadai. Karena satu orang saja bisa menjadi sumber penularan ke banyak orang melalui gigitan nyamuk filaria,” tegasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan gencar melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat dan memanfaatkan berbagai media informasi, seperti WhatsApp Group, Facebook, serta laman resmi pemerintah daerah.

“Bahkan para camat dan kepala desa telah memberikan contoh dengan meminum obat di depan masyarakat. Kami ingin masyarakat sadar bahwa obat ini aman dan penting diminum,” kata Sarif.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut meminum obat yang dibagikan petugas, meskipun mungkin timbul efek ringan seperti kantuk.

“Kalau terasa sedikit ngantuk, itu hal biasa. Yang penting jangan ragu. Dengan meminum obat ini, kita melindungi diri sendiri dan orang lain dari penyakit kaki gajah,” pesannya.

Sarif berharap program POPM filariasis di Tana Tidung tahun ini dapat mencapai cakupan maksimal sehingga rantai penyebaran penyakit bisa benar-benar terputus.

“Insya Allah, kalau semua masyarakat patuh minum obatnya, penyakit kaki gajah bisa kita basmi dari Tana Tidung,” pungkasnya.‎(ana)

Editor : Azwar Halim
#filariasis #kaltara #dinas kesehatan #bulungan