TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan telah mencanangkan Integrated Area Development (IAD) atau pembangunan kawasan terpadu di Lanskap Kayan. Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat Bilung.
Kepada Radar Kaltara, Kilat mengatakan, langkah ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah pusat yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 28 Tahun 2023 tentang Perencanaan Terpadu Percepatan Pengelolaan Perhutanan Sosial.
“Di Kabupaten Bulungan, kita telah mencanangkan Integrated Area Development di Lanskap Kayan. Penandatanganannya dilakukan pada Desember 2023 dan Bulungan menjadi wilayah kesembilan di Indonesia yang menerapkan program ini,” kata Bilung kepada Radar Kaltara, Senin (13/10).
Menurutnya, kebijakan tersebut selaras dengan visi daerah yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.
“Semangat pemerintah pusat ini sejalan dengan strategi pembangunan daerah. Kita memiliki semboyan ‘Tenguyun Hutanku’, sebagai wujud tekad untuk menjaga hutan sekaligus memanfaatkannya secara bijak tanpa meninggalkan kearifan lokal,” jelasnya.
IAD Lanskap Kayan mencakup 18 desa dengan luas wilayah sekitar 568.182 hektare (ha). Pemda Bulungan bersama sejumlah mitra strategis, termasuk Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), telah melakukan pemetaan potensi pengembangan kawasan.
“Kami bersama mitra strategis seperti YKAN telah memetakan potensi di bentang alam Lanskap Kayan. Ada banyak sektor yang bisa dikembangkan, seperti agroforestri (wanatani), silvopastura, hasil hutan non kayu, dan ekowisata,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan di kawasan ini akan dilakukan dengan prinsip kolaboratif dan partisipatif, melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Pengembangan kawasan terpadu ini kita lakukan dengan merangkul semua pihak—birokrat, masyarakat, akademisi, sektor swasta hingga media. Karena hanya dengan kebersamaan, kita bisa menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” tegasnya.
Melalui program IAD Lanskap Kayan, Pemda Bulungan berharap dapat menciptakan keseimbangan antara ekologi dan ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, dan menjadi model pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Utara.
“Kami ingin memastikan pembangunan di Bulungan tidak hanya menyejahterakan masyarakat, tapi juga menjaga alam agar tetap lestari untuk generasi mendatang,” pungkasnya. (jai/har)
Editor : Azwar Halim