Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Lima Tahun Bulungan : IPM Naik, Ekonomi Pulih, Kemiskinan Turun

Fijai RT • Jumat, 10 Oktober 2025 | 12:26 WIB
Bupati Bulungan, Syarwani
Bupati Bulungan, Syarwani

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan mencatat sejumlah capaian penting dalam pembangunan daerah selama periode 2020–2024. Hal itu disampaikan Bupati Bulungan, Syarwani.

Kepada Radar Kaltara, Syarwani menyampaikan bahwa indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif di berbagai sektor, mulai dari pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia (IPM), hingga penurunan angka kemiskinan.

“Secara umum, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi makro ekonomi Kabupaten Bulungan selama lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan yang menggembirakan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (10/10).

IPM Bulungan, sambung Syarwani, pada 2020 berada di angka 71,56. Angka itu terus meningkat hingga mencapai 73,83 pada 2024.

“Kita patut bersyukur karena peningkatan IPM ini menandakan adanya kemajuan dalam pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat Bulungan,” ungkapnya.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, dijelaskan bahwa pada 2020 Bulungan sempat mengalami kontraksi minus 0,7 persen akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, berkat kerja keras seluruh jajaran pemerintah dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan, ekonomi daerah berbalik arah positif.

“Alhamdulillah, pada 2024 kita mampu mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,92 persen. Ini hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat dan dukungan semua lembaga di Bulungan,” katanya.

Meski masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, angka pengangguran terbuka juga mengalami penurunan. Tahun 2020 tercatat sebesar 4,45 persen dan pada 2024 turun menjadi 4,33 persen.

“Kita terus berupaya membuka lapangan kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar angka pengangguran bisa ditekan lebih rendah lagi,” bebernya.

Sementara tingkat kemiskinan juga berhasil diturunkan dari 9,06 persen pada 2020 menjadi 8,76 persen pada 2024.

“Sekalipun masih sedikit di atas rata-rata nasional, capaian ini menjadi dorongan bagi kita semua untuk bekerja lebih keras menurunkan angka kemiskinan di lima tahun ke depan,” ujarnya.

Selain itu, indikator Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Bulungan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Pada 2020 PDRB per kapita berada di angka Rp123,79 juta, dan naik menjadi Rp160,71 juta pada 2024.

“Ini menunjukkan bahwa produktivitas dan daya beli masyarakat kita semakin baik,” jelasnya.Sementara gini rasio yang menggambarkan tingkat pemerataan ekonomi tercatat naik dari 0,2090 menjadi 0,274 selama lima tahun terakhir.

“Semua data ini menjadi alat ukur kinerja dan capaian pembangunan daerah yang dilakukan secara bersama antar pemerintah, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, seluruh capaian tersebut menjadi pijakan penting dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Pemda Bulungan menetapkan visi pembangunan lima tahun ke depan, yakni.

Mewujudkan Bulungan yang berdaulat dan unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan. Visi ini dijabarkan dalam lima misi besar yang fokus pada sejumlah isu strategis.

“Ke depan, arah pembangunan Bulungan akan menekankan pada prinsip berkelanjutan dan berkeadilan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi memberikan saran dan masukan agar visi besar Bulungan dapat terwujud,” pungkasnya. (jai/har)

Editor : Azwar Halim
#kaltara #bps #ipm #bulungan #Bupati Bulungan